PEKAIND Ajak Anak Ubah Sampah Jadi Karya Nyata
- 13 Sep 2026 12:36 WIB
- Bogor
Poin Utama
- PEKAIND menjadi salah satu gerakan yang mendorong kepedulian lingkungan melalui edukasi dan kegiatan kreatif bersama anak-anak
- PEKAIND berawal dari program kerja Duta Potensi Pemuda Indonesia
- Ke depan, PEKAIND masih menyiapkan program lanjutan yang kembali memadukan edukasi lingkungan dengan kegiatan praktik
RRI.CO.ID, Bogor - PEKAIND menjadi salah satu gerakan yang mendorong kepedulian lingkungan melalui edukasi dan kegiatan kreatif bersama anak-anak. Hal tersebut dibahas dalam program Santai Siang “Aksi Kita: SAPA Bumi Bersama KRKP” yang disiarkan RRI Pro 2 Bogor, Sabtu, 12 September 2026. Program yang mengangkat tema “Sampah Jadi Karya, Mimpi Jadi Nyata” tersebut menghadirkan Nur Fitri Aulia Sari dari PEKAIND bersama Koordinator Nasional KRKP Said Abdullah dan penyiar RRI Bogor Dely Tambunan.
Nur Fitri Aulia Sari menjelaskan, PEKAIND berawal dari program kerja Duta Potensi Pemuda Indonesia. Gagasan tersebut dipelopori Andi Tenri Azzah yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, meskipun berlatar belakang Penyiaran Multimedia. Tenri kemudian mengajak Fitri yang juga memiliki ketertarikan terhadap isu lingkungan hingga keduanya berkolaborasi membentuk PEKAIND dengan tujuan mengajak masyarakat, khususnya anak-anak, untuk semakin peduli terhadap lingkungan.
Pada tahap awal, PEKAIND melakukan sosialisasi di sejumlah wilayah seperti Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Dalam kegiatan tersebut, PEKAIND berupaya memperkenalkan cara pandang baru terhadap sampah kepada anak-anak. Sampah tidak selalu dianggap sebagai sesuatu yang sudah tidak bernilai, tetapi masih dapat dimanfaatkan dan diolah kembali menjadi benda yang memiliki kegunaan.
Kegiatan PEKAIND tidak hanya berisi penyampaian materi mengenai isu lingkungan dan pengelolaan sampah. Anak-anak juga diajak untuk terlibat langsung dalam praktik kreatif menggunakan bahan yang tersedia di sekitar mereka. Salah satunya melalui kegiatan ecoprint dengan memanfaatkan limbah dedaunan, serta mengolah sampah kertas menjadi bibit tanaman.
Menurut Fitri, pendekatan melalui praktik langsung menjadi bagian penting dalam kegiatan PEKAIND. Anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga dapat melihat sekaligus mencoba sendiri proses pemanfaatan kembali berbagai bahan yang sebelumnya dianggap sebagai sampah. Cara tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan dan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Dalam pelaksanaannya, PEKAIND melibatkan masyarakat, terutama anak-anak, serta tokoh dan individu yang memiliki perhatian terhadap persoalan lingkungan. PEKAIND juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak karena persoalan lingkungan dinilai membutuhkan keterlibatan bersama. Bagi Fitri dan Tenri, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mendapatkan pengalaman dalam mengelola komunitas, berkomunikasi dengan masyarakat, menyusun kegiatan, serta membangun kerja sama.
Ke depan, PEKAIND masih menyiapkan program lanjutan yang kembali memadukan edukasi lingkungan dengan kegiatan praktik. Fitri berharap kegiatan tersebut dapat menjangkau lebih banyak anak dan masyarakat di berbagai wilayah serta melibatkan lebih banyak pihak yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Melalui semangat “sampah jadi karya”, PEKAIND ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana, sekaligus membuka ruang bagi anak-anak untuk belajar dan berkreasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....