K.H. Mahfud Hidayat: Belajar Sabar dan Introspeksi, Temukan Hikmah di Balik Musibah

  • 07 Sep 2026 16:20 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Musibah tidak hanya perlu dilihat dari sisi kesedihan dan kehilangan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mengambil pelajaran, melakukan introspeksi, dan memperbaiki diri.
  • Hikmah dari sebuah musibah tidak selalu langsung terlihat. Karena itu, seseorang perlu menghadapi ujian dengan sabar, ikhtiar, doa, dan tawakal.
  • Musibah seharusnya tidak membuat seseorang putus asa. Sebaliknya, ujian dapat menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan menjadi pribadi yang lebih kuat.

RRI.CO.ID, Bogor - Musibah merupakan bagian dari kehidupan yang tidak selalu dapat diprediksi kedatangannya. Ketika ujian datang, seseorang bisa merasakan kesedihan, kehilangan, bahkan mempertanyakan mengapa peristiwa tersebut harus terjadi dalam kehidupannya.

Namun, di balik setiap musibah terdapat pelajaran yang dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program siaran Mutiara Pagi RRI Bogor, Senin, 7 September 2026, bersama K.H. Mahfud Hidayat, Lc., S.S.I., M.E.I., dengan topik “Hikmah di Balik Musibah.”

Dalam penjelasannya, K.H. Mahfud Hidayat mengingatkan bahwa musibah tidak semestinya hanya dilihat dari sisi kesedihan dan kehilangan. Setiap ujian dapat menjadi kesempatan bagi seseorang untuk melakukan introspeksi, memperbaiki diri, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Musibah itu memang berat bagi kita. Tetapi jangan sampai kita hanya melihat musibah dari sisi sakitnya. Kita perlu melihat, kira-kira apa yang Allah ingin ajarkan kepada kita melalui peristiwa tersebut. Di situlah kita belajar sabar, belajar menerima, dan melakukan introspeksi,” jelas K.H. Mahfud Hidayat.

K.H. Mahfud juga menekankan pentingnya kesabaran ketika seseorang menghadapi ujian. Menurutnya, manusia tidak selalu mampu memahami hikmah sebuah peristiwa pada saat musibah itu terjadi. Hikmah terkadang baru terlihat setelah seseorang melewati proses dan waktu yang cukup panjang.

“Tidak semua hikmah langsung bisa kita lihat. Kadang setelah waktu berjalan, baru kita menyadari bahwa ternyata dari kejadian itu ada kebaikan yang Allah berikan kepada kita. Karena itu, yang penting adalah bagaimana kita merespons musibah tersebut dengan sabar, ikhtiar, doa, dan tawakal,” paparnya.

Lebih lanjut, musibah juga dapat menjadi pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan. Rencana yang telah disusun dengan matang bisa saja berubah karena kehendak Allah. Kondisi tersebut seharusnya tidak membuat seseorang kehilangan harapan, melainkan mendorongnya untuk memperkuat keimanan dan tetap berusaha menghadapi keadaan.

“Jangan sampai musibah membuat kita putus asa. Justru dalam kondisi seperti itu kita harus semakin dekat kepada Allah, karena kita menyadari bahwa tidak semua persoalan bisa kita selesaikan dengan kemampuan kita sendiri,” tegasnya.

Melalui tema “Hikmah di Balik Musibah”, Mutiara Pagi RRI Bogor mengajak pendengar untuk tidak berhenti pada kesedihan ketika menghadapi ujian. Musibah dapat menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan dengan Allah, memperkuat kesabaran, serta meningkatkan kepedulian kepada orang lain.

Pada akhirnya, setiap orang mungkin memiliki bentuk ujian yang berbeda. Namun, yang menentukan bukan hanya seberapa berat musibah yang datang, melainkan bagaimana seseorang menyikapinya. Dengan kesabaran, doa, ikhtiar, dan tawakal, sebuah musibah dapat menjadi jalan untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....