Cinta Rasulullah Tak Cukup Diucapkan, Generasi Muda Perlu Meneladaninya
- 25 Agt 2026 11:43 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW di kalangan generasi muda diharapkan tidak hanya diwujudkan dengan mengenal dan mengidolakan sosok Rasulullah, tetapi juga melalui penerapan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam dialog Bogor Pagi Ini edisi Selasa 25 Agustus 2026, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, Ust. Rahmatullah, mengatakan generasi muda perlu memahami perjalanan hidup Rasulullah SAW sejak masa kecil, remaja, hingga dewasa agar dapat mengenal nilai-nilai yang beliau teladankan.
Menurutnya, mengenalkan Rasulullah kepada generasi muda tidak cukup hanya dengan mengetahui nama dan kisahnya. Nilai kehidupan, sikap, serta akhlak Rasulullah perlu dipahami dan diterapkan sesuai dengan kehidupan generasi muda saat ini.
"Generasi muda tuh sebaiknya tidak hanya diperkenalkan nama saja, maksudnya Rasulullah, Muhammad, sebagai idola kita. Kita juga harus menjelaskan bagaimana nilai-nilai kehidupan, nilai-nilai di masa kecilnya sampai beliau beranjak remaja, beranjak dewasa sehingga sampai beliau wafatnya," jelasnya.
Ust. Rahmatullah menilai perkembangan media sosial dan teknologi memberikan pengaruh yang kuat terhadap kehidupan generasi muda. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan penguatan nilai agama dan keteladanan agar generasi muda tidak mudah terbawa pengaruh negatif.
Ia juga menyoroti keberadaan game online dan judi online yang dapat menjadi tantangan bagi generasi muda. Menurutnya, berbagai pengaruh tersebut perlu diantisipasi agar generasi muda tidak melupakan nilai-nilai kehidupan dan sosok yang seharusnya menjadi teladan.
"Pengaruh di media sosial ini yang memang sangat-sangat kuat, wabilkhusus game online, judi-judi online, dan juga yang lainnya, tentunya ini menjadi generasi kita muda itu seolah-olah lupa akan teladannya," ujarnya.
Untuk menanamkan kecintaan sekaligus keteladanan Rasulullah, pendekatan kepada generasi muda perlu dilakukan dengan cara yang mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan mereka. Pesantren kilat serta kegiatan keagamaan di masjid, musala, dan majelis dapat menjadi sarana untuk mengenalkan nilai-nilai tersebut.
Ust. Rahmatullah mengatakan kecintaan kepada Rasulullah seharusnya mendorong seseorang untuk mengikuti akhlak dan perilakunya. Dengan demikian, nilai kejujuran, kesantunan, kasih sayang, dan kepedulian dapat menjadi bagian dari karakter generasi muda.
"Cinta itu kan biasanya suka ngikutin. Karena rasa cinta akhirnya diteladani akhlak-akhlaknya," katanya.
Ia berharap generasi muda dapat menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan, bukan sekadar sosok yang dikagumi. Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut, kecintaan kepada Rasulullah dapat diwujudkan melalui perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....