Anak Muda Menjaga Pangan, Merawat Bumi Masa Depan
- 11 Agt 2026 19:12 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Peran anak muda dalam menjaga keberlanjutan pangan dan lingkungan menjadi perhatian dalam program Aksi Kita: Sapa Bumi Bersama KRKP
- Perbincangan menempatkan pangan lokal bukan sekadar persoalan konsumsi, tetapi bagian dari hubungan antara manusia, lingkungan, budaya, masyarakat adat, serta masa depan generasi muda.
- Melalui perbincangan bersama Cindy Yohana dan Dinah Rida, isu pangan akhirnya dapat dilihat sebagai persoalan yang jauh lebih luas daripada sekadar apa yang tersaji di atas meja
RRI.CO.ID, Bogor - Peran anak muda dalam menjaga keberlanjutan pangan dan lingkungan menjadi perhatian dalam program Aksi Kita: Sapa Bumi Bersama KRKP yang mengangkat tema “Anak Muda Menjaga Pangan, Merawat Bumi”. Program yang disiarkan Pro 2 FM RRI Bogor pada Sabtu, 8 Agustus 2026, menghadirkan Cindy Yohana dari SekNas BPAN dan Dinah Rida dari RMI sebagai narasumber. Perbincangan menempatkan pangan lokal bukan sekadar persoalan konsumsi, tetapi bagian dari hubungan antara manusia, lingkungan, budaya, masyarakat adat, serta masa depan generasi muda.
Cindy Yohana menekankan pentingnya pengetahuan lokal yang diwariskan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan. Menurutnya, pemuda memiliki posisi penting karena bukan hanya menjadi penerus tradisi, tetapi juga dapat membawa pengetahuan tersebut ke dalam konteks kehidupan masa kini.
“Kami bukan hanya pewaris tradisi, tetapi juga penggerak perubahan,” ujar Cindy dalam sebuah forum yang membahas peran dan aspirasi pemuda adat.
Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa anak muda memiliki ruang untuk mengembangkan nilai-nilai lokal menjadi gerakan yang relevan dengan persoalan lingkungan dan pangan saat ini. Hubungan antara kearifan lokal dan pangan juga menjadi perhatian Cindy. Ia melihat pengetahuan masyarakat adat tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi dapat mendukung keberlanjutan ekonomi dan kehidupan masyarakat.
“Kearifan ini tidak hanya menjaga harmoni manusia dan alam, tetapi juga membuka potensi ekonomi berkelanjutan, misalnya pangan lokal, hasil hutan non-kayu, dan kerajinan tradisional,” kata Cindy.
Pernyataan tersebut memperkuat pandangan bahwa pangan lokal dapat menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga hubungan yang seimbang antara manusia dan alam.
Sementara itu, Dinah Rida melihat keterlibatan anak muda dari perspektif yang lebih luas, terutama mengenai hak generasi muda untuk ikut menentukan masa depan lingkungan dan kebijakan yang berkaitan dengannya. Dalam diskusi mengenai krisis iklim, Dinah menegaskan, “Anak muda punya otoritas untuk menentukan arah kebijakan terkait krisis iklim.” Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa anak muda tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai penerima dampak kebijakan, tetapi juga sebagai pihak yang mempunyai gagasan dan kapasitas untuk ikut menentukan arah perubahan.
Menurut Dinah, keterlibatan anak muda juga perlu mempertimbangkan perbedaan kondisi antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Persoalan yang dihadapi anak muda di perkotaan tidak selalu sama dengan mereka yang tinggal di wilayah perdesaan atau pelosok.
“Apa yang dihadapi anak muda di perkotaan itu berbeda dengan teman-teman yang tinggal di pelosok,” ujarnya.
Perspektif tersebut relevan ketika membicarakan pangan lokal karena setiap wilayah memiliki sumber pangan, budaya konsumsi, kondisi lingkungan, serta tantangan produksi yang berbeda. Karena itu, solusi mengenai pangan dan lingkungan tidak dapat dibuat dengan pendekatan yang seragam.
Kedua perspektif tersebut memperlihatkan bahwa anak muda memiliki banyak ruang untuk terlibat dalam perubahan sistem pangan. Pilihan terhadap pangan lokal, mengenal produsen di sekitar, menjaga pengetahuan mengenai sumber pangan, mengurangi pemborosan makanan, hingga menyebarkan informasi mengenai keberagaman pangan dapat menjadi bagian dari keterlibatan tersebut.
Di sisi lain, anak muda juga perlu mendapatkan akses terhadap ruang dialog dan pengambilan keputusan agar gagasan mereka tidak berhenti pada aktivitas seremonial. Pengalaman RMI dalam mendukung kolaborasi kaum muda dan pendokumentasian pengetahuan lokal juga memperlihatkan pentingnya anak muda menjadi bagian dari upaya menjaga ruang hidup dan pengetahuan masyarakat.
Melalui perbincangan bersama Cindy Yohana dan Dinah Rida, isu pangan akhirnya dapat dilihat sebagai persoalan yang jauh lebih luas daripada sekadar apa yang tersaji di atas meja. Pangan berkaitan dengan siapa yang memproduksi, bagaimana lingkungan dijaga, bagaimana pengetahuan lokal diwariskan, serta sejauh mana anak muda diberikan kesempatan untuk ikut menentukan masa depan.
Pesan keduanya bertemu pada satu gagasan penting: generasi muda bukan sekadar penonton dalam persoalan pangan dan lingkungan, melainkan dapat menjadi penggerak perubahan. Ketika pengetahuan lokal, keberanian anak muda, dan ruang partisipasi bertemu, upaya menjaga pangan sekaligus merawat bumi dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....