Tak Cukup Excel, Ini Skill Penting di Era AI

  • 08 Jul 2026 09:05 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah cara banyak orang bekerja. Jika dulu kemampuan mengoperasikan Microsoft Excel atau PowerPoint menjadi nilai tambah di dunia kerja, kini perusahaan juga mencari keterampilan lain yang tidak dapat digantikan oleh teknologi, kemampuan tersebut menjadi bekal penting untuk tetap relevan di tengah perubahan dunia profesional.

Salah satu kemampuan yang semakin dibutuhkan adalah berpikir kritis. AI memang mampu membantu mengolah data, menyusun presentasi, hingga membuat draf dokumen dalam hitungan detik. Namun, keputusan akhir tetap memerlukan analisis, pertimbangan, dan kemampuan manusia untuk menilai apakah hasil yang diberikan AI sudah tepat dan sesuai dengan kebutuhan.

Selain itu, kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi menjadi nilai yang semakin penting. Di era AI, pekerjaan tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada kemampuan membangun hubungan dengan rekan kerja, klien, maupun tim lintas divisi. Empati, negosiasi, dan komunikasi yang efektif merupakan keterampilan yang hingga kini belum dapat sepenuhnya digantikan oleh mesin.

Kemampuan beradaptasi dan terus belajar juga menjadi kunci menghadapi perubahan. Perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat sehingga pekerja dituntut untuk terus memperbarui pengetahuan, mempelajari aplikasi baru, hingga memahami cara memanfaatkan AI sebagai alat pendukung produktivitas. Sikap terbuka terhadap perubahan akan membantu seseorang tetap kompetitif di dunia kerja.

Tak kalah penting adalah literasi AI, yakni kemampuan memahami cara kerja teknologi kecerdasan buatan dan memanfaatkannya secara bijak. Ibu bekerja tidak harus menjadi programmer, tetapi memahami cara memberikan instruksi (prompt), mengevaluasi hasil AI, serta menjaga keamanan data menjadi keterampilan yang semakin dibutuhkan di berbagai profesi.

Di sisi lain, kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah tetap menjadi keunggulan manusia. AI dapat membantu menghasilkan ide, tetapi inovasi yang lahir dari pengalaman, intuisi, dan pemahaman terhadap kebutuhan orang lain masih menjadi kekuatan utama yang membedakan manusia dari teknologi. Karena itu, kemampuan berpikir kreatif perlu terus diasah agar mampu menciptakan solusi yang bernilai.

Pada akhirnya, era AI bukanlah ancaman bagi ibu bekerja, melainkan peluang untuk berkembang dengan keterampilan baru. Menguasai Excel dan PowerPoint tetap penting, tetapi kini harus dilengkapi dengan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, adaptasi, literasi AI, serta kemauan belajar sepanjang hayat. Dengan bekal tersebut, para ibu bekerja dapat tetap produktif, relevan, dan siap menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....