Panen Kangkung Perdana Warga Laladon Wujudkan Kemandirian Pangan Bersama
- 14 Jun 2026 10:27 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Upaya membangun ketahanan pangan dari lingkungan permukiman mulai membuahkan hasil di Laladon Baru Residence, Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor
- Program “Kita Berkebun!” sendiri merupakan inisiatif urban farming berbasis komunitas yang mengusung konsep Integrated Community Food System
- Panen perdana kangkung melalui program “Kita Berkebun!” menjadi bukti bahwa ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari proyek berskala besar
RRI.CO.ID, Bogor- Upaya membangun ketahanan pangan dari lingkungan permukiman mulai membuahkan hasil di Laladon Baru Residence, Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Melalui program “Kita Berkebun!”, warga RT 01 RW 12 berhasil melakukan panen perdana tanaman kangkung yang selama beberapa pekan dibudidayakan secara gotong royong. Hasil panen awal tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan lebih dari 12 keluarga yang tinggal di lingkungan RT 01.
Ketua RT 01 sekaligus ketua pengelola kebun warga, Lalu Irfandi, saat sesi wawancara bersama RRI pada hari Sabtu, 13 Juni 2026 mengatakan bahwa panen pertama ini menjadi langkah awal untuk membuktikan bahwa lahan terbatas di kawasan perumahan tetap memiliki potensi menjadi sumber pangan yang produktif.
“Walaupun baru panen awal dan jumlahnya masih kecil, ini menjadi tanda bahwa warga sebenarnya bisa mulai memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri dari lingkungan sekitar rumah. Yang terpenting bukan hanya jumlah panennya, tetapi tumbuhnya semangat gotong royong dan kesadaran pangan sehat, apalagi di situasi seperti sekarang ketika harga pangan cenderung fluktuatif,” ujarnya.
Program “Kita Berkebun!” sendiri merupakan inisiatif urban farming berbasis komunitas yang mengusung konsep Integrated Community Food System. Konsep ini menghubungkan berbagai kegiatan seperti budidaya sayuran, perikanan skala kecil, hidroponik sederhana, hingga pengelolaan limbah organik rumah tangga secara terpadu. Melalui sistem tersebut, warga diajak untuk menciptakan lingkungan yang lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mengurangi limbah rumah tangga.

Foto: Said Abdullah
Salah satu penggerak program, Ahmad Nuryadin, menjelaskan bahwa tahap awal pengembangan program dimulai dengan pembangunan kebun sayuran di atas lahan fasilitas umum RW 12. Berbagai tanaman cepat panen seperti kangkung, bayam, sawi, cabai, dan tomat dibudidayakan menggunakan sistem bedengan serta polybag yang mudah dirawat secara bersama-sama. Pemilihan kangkung sebagai tanaman pertama dilakukan karena masa panennya yang relatif singkat, sekitar dua hingga tiga minggu, sehingga hasilnya dapat segera dinikmati oleh warga.
Nuryadin menambahkan bahwa program ini akan terus berkembang dengan menambah berbagai sistem budidaya lainnya.
“Selain kebun sayur, program ini juga secara bertahap mengembangkan budidaya ikan skala kecil, hidroponik sederhana, serta sistem pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi kompos. Dalam jangka panjang, inisiatif ini diharapkan menjadi model sistem pangan komunitas yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain,” ungkapnya.
Keberadaan kebun warga tidak hanya menghadirkan manfaat berupa hasil panen, tetapi juga menciptakan perubahan pola kehidupan masyarakat di lingkungan perumahan. Anak-anak mulai mengenal proses bercocok tanam sejak dini, ibu rumah tangga turut aktif dalam perawatan tanaman, sementara warga lainnya menjadikan kebun bersama sebagai ruang interaksi yang memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Panen perdana kangkung melalui program “Kita Berkebun!” menjadi bukti bahwa ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari proyek berskala besar. Dari sebidang lahan sederhana di tengah kawasan perumahan, warga mampu menciptakan sistem pangan yang lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan. Ke depan, kelompok pengelola menargetkan peningkatan produktivitas kebun, penambahan jenis tanaman pangan, serta memperluas partisipasi warga agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat RW 12 Laladon Baru Residence.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....