Dukung Anak Terdampak Banjir, Maudy Ayunda Foundation Hadirkan Fasilitas Belajar
- 03 Jun 2026 16:10 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Meski banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera telah surut, tantangan pemulihan pendidikan bagi anak-anak masih berlangsung. Kerusakan fasilitas sekolah dan terganggunya proses belajar mengajar membuat ribuan siswa masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan pascabencana.
Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per Februari 2026 mencatat sebanyak 4.922 satuan pendidikan di Sumatera terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 3.120 sekolah berada di Aceh, dengan dampak yang dirasakan lebih dari 707 ribu murid dan hampir 60 ribu guru. Selain kerusakan infrastruktur, banyak sekolah juga mengalami keterbatasan sarana belajar yang menghambat proses pendidikan.
Melihat kondisi tersebut, Maudy Ayunda Foundation berkolaborasi dengan Save the Children Indonesia untuk mendukung pemulihan pendidikan anak-anak terdampak banjir di Aceh Timur. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membangun Temporary Learning Space (TLS) atau Ruang Belajar Sementara yang diharapkan dapat menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman bagi para siswa.
Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Maudy Ayunda Foundation yang sejak 2018 aktif menjalankan berbagai program pendidikan dan pengembangan generasi muda Indonesia. Melalui pilar Education Infrastructure, yayasan tersebut berupaya menghadirkan fasilitas belajar yang lebih layak bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan.
Pendiri Maudy Ayunda Foundation, Maudy Ayunda, mengatakan kunjungannya ke Aceh Timur memperlihatkan bagaimana bencana dapat merusak ruang kelas, tetapi tidak menghilangkan semangat anak-anak untuk terus belajar. Menurutnya, tantangan terbesar sering kali bukan pada kemauan belajar, melainkan terbatasnya akses dan ruang yang memungkinkan anak-anak melanjutkan pendidikan mereka.
Hasil Education Rapid Assessment yang dilakukan Save the Children Indonesia di sejumlah wilayah Aceh juga menunjukkan bahwa pemulihan pendidikan masih membutuhkan perhatian serius. Meski sekitar 90 persen sekolah telah kembali beroperasi, tingkat kehadiran siswa, terutama di jenjang PAUD dan TK, masih rendah akibat kendala akses, transportasi, serta kekhawatiran terhadap faktor keamanan.
CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, menegaskan bahwa Ruang Belajar Sementara tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk kembali bertemu teman, mendapat pendampingan guru, serta membangun kembali rasa percaya diri dan harapan setelah mengalami dampak bencana.
Melalui kolaborasi ini, Maudy Ayunda Foundation dan Save the Children Indonesia berharap pemulihan pendidikan pascabencana dapat menjadi perhatian bersama. Kehadiran ruang belajar yang aman dan suportif diharapkan membantu anak-anak Aceh Timur kembali belajar, bertumbuh, dan menatap masa depan dengan optimisme yang lebih besar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....