Penemuan Langka, Bakteri dari Indonesia Tahan Suhu Ekstrem

  • 24 Mei 2026 11:03 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Tim peneliti dari Universitas Indonesia berhasil menemukan spesies bakteri baru yang mampu hidup pada suhu ekstrem mendekati titik didih air. Bakteri termofilik tersebut diberi nama Thermus javaensis sp. nov dan ditemukan di kawasan geiser Cisolok, Jawa Barat.

Penelitian dipimpin Guru Besar Ilmu Sistematika dan Prospeksi Mikroorganisme FMIPA UI, Wellyzar Sjamsuridzal bersama sejumlah peneliti dari FMIPA UI dan kolaborator internasional dari RIKEN Jepang serta KRIBB Korea Selatan. Mengutip keterangan resmi UI pada Selasa, 19 Mei 2026, bakteri tersebut menjadi spesies pertama dari genus Thermus yang ditemukan berasal dari Pulau Jawa.

Thermus javaensis diketahui mampu bertahan hidup pada suhu 45 hingga 80 derajat Celsius dengan suhu optimum sekitar 60-65 derajat Celsius. Peneliti menemukan mikroba tersebut di sekitar semburan geiser dengan suhu mencapai 100 derajat Celsius, sehingga menunjukkan kemampuan adaptasi tinggi terhadap lingkungan panas ekstrem.

Dalam keterangan resminya, Wellyzar menyebut penemuan ini membuktikan bahwa kawasan geotermal Indonesia merupakan hotspot biodiversitas mikroorganisme yang masih menyimpan banyak potensi ilmiah yang belum terungkap. Penelitian terhadap bakteri termofilik juga dinilai penting untuk pengembangan ilmu bioteknologi modern.

Selain tahan panas, bakteri ini memiliki karakteristik unik berupa pigmen kuning, bentuk sel batang, dan struktur bulat bernama rotund bodies yang jarang ditemukan pada genus Thermus. Struktur tersebut disebut mengingatkan peneliti pada Thermus aquaticus yang terkenal karena menghasilkan enzim Taq polymerase untuk teknologi diagnosis penyakit berbasis PCR.

Mengutip publikasi dalam Journal of Systematic and Evolutionary Microbiology edisi 2026, penelitian ini dilakukan melalui tahapan panjang sejak eksplorasi kawasan geiser Cisolok pada 2012 dan pengambilan sampel pada 2015. Tim peneliti kemudian melakukan isolasi mikroba, analisis genetik, whole genome sequencing, hingga karakterisasi biokimia untuk memastikan mikroorganisme tersebut merupakan spesies baru.

Peneliti juga menemukan potensi besar Thermus javaensis untuk bidang industri dan kesehatan. Analisis genom menunjukkan bakteri ini menghasilkan enzim termostabil tahan panas yang berpotensi digunakan dalam proses industri bersuhu tinggi. Selain itu, ditemukan pula senyawa metabolit sekunder dari kelompok terpen yang berpotensi dikembangkan menjadi antibakteri, antijamur, hingga antiinflamasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....