Tak Disangka, Hewan Sungai Ini Bantu Kurangi Dampak Krisis Iklim

  • 24 Mei 2026 10:59 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim global, para ilmuwan menemukan peran penting seekor hewan kecil dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Hewan tersebut adalah berang-berang yang dijuluki sebagai “insinyur alam” karena kemampuannya membangun bendungan alami di aliran sungai.

Mengutip jurnal ilmiah Communications Earth and Environment yang diterbitkan pada 18 Maret 2026, bendungan buatan berang-berang mampu menciptakan lahan basah penyerap karbon atau carbon sinks. Kawasan tersebut dinilai efektif menyimpan karbon dioksida dalam jumlah besar sehingga membantu mengurangi dampak pemanasan global.

Penelitian yang dilakukan ilmuwan dari University of Birmingham menjelaskan bahwa berang-berang membangun bendungan menggunakan ranting, lumpur, dan batu. Struktur tersebut memperlambat aliran sungai sehingga air meluap dan membentuk rawa maupun kolam alami di sekitarnya.

Kondisi perairan yang melambat membuat sedimen kaya karbon tidak hanyut ke hilir, melainkan mengendap di dasar lahan basah. Selain itu, lingkungan yang lembap turut mendorong pertumbuhan tanaman dan alga yang membantu menyerap karbon dioksida dari atmosfer.

Masih mengutip studi yang sama, pohon-pohon mati yang terendam di area bendungan berang-berang juga mengalami pembusukan lebih lambat akibat rendahnya kadar oksigen. Kondisi ini membuat karbon tersimpan lebih lama dan tidak cepat terlepas kembali ke udara.

Penulis utama studi, Lukas Hallberg, menyebut berang-berang secara langsung mampu menciptakan sistem penyimpanan karbon baru melalui rekayasa alami sungai. Menurutnya, lahan basah hasil bendungan berang-berang dapat menyimpan karbon hampir sepuluh kali lebih banyak dibandingkan aliran sungai biasa.

Dalam penelitian di cekungan Sungai Rhine, Swiss, para ilmuwan menemukan lahan basah buatan berang-berang mampu menyimpan sekitar 100 ton karbon bersih per tahun. Selama 13 tahun sejak kawasan itu dimodifikasi pada 2010, total karbon yang tersimpan diperkirakan mencapai 1.200 ton.

Temuan ini menunjukkan bahwa peran hewan di alam tidak hanya penting bagi ekosistem, tetapi juga membantu upaya mengatasi krisis iklim global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....