Dua Pelajar Bogor Raih Prestasi di Duta Pustaka Cilik Jawa Barat 2026
- 17 Mei 2026 14:51 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Dua pelajar asal Kabupaten Bogor berhasil mengharumkan nama daerah dalam ajang Duta Pustaka Cilik Jawa Barat 2026. Mereka adalah Muhammad Bima Jagad yang meraih juara pertama dan Azka Nabila Putri sebagai 2nd runner-up.
Keduanya merupakan siswa kelas 7 SMP Al-Azhar Syifabudi Cibinong dan berkesempatan membagi ceritanya dalam program IDOLA (Indonesia Layak Anak) di Pro 1 RRI Bogor, Minggu, 17 Mei 2026.
Bima mengaku merasa gugup sekaligus bangga saat namanya diumumkan sebagai juara dalam malam final pemilihan Duta Pustaka Jawa Barat 2026. Menurutnya, tahapan final menjadi momen paling menegangkan karena peserta harus menjawab pertanyaan juri berdasarkan pidato yang telah disampaikan sebelumnya.
“Pas final itu deg-degan banget karena pertanyaannya cukup sulit dan harus menjelaskan lebih dalam tentang materi pidato,” ujarnya.
Sementara itu, Azka mengaku tidak menyangka bisa terpilih menjadi salah satu pemenang. Ia mengatakan pengalaman mengikuti ajang tersebut menjadi momen berharga sekaligus membanggakan.
"Saya juga nggak nyangka, Alhamdulillah ini saya terpercaya dipilih sebagai bagian dari Duta Pustaka," tambah Azka.
| Baca juga: Blue Moon Siap Hiasi Langit Akhir Mei |
Dalam proses seleksi, para peserta harus melewati sejumlah tahapan, mulai dari tes akademik, wawancara, hingga sesi pidato. Pada tahap pidato, peserta diminta menyampaikan gagasan mengenai literasi di era digital dengan tema yang telah ditentukan panitia.
Bima membawakan tema pengembangan literasi di era digital, sedangkan Azka mengangkat pentingnya literasi bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi saat ini.
Menurut Azka, sesi pidato menjadi tantangan tersendiri karena seluruh peserta dituntut mampu menyampaikan ide dengan cara yang menarik dan berbeda. Tahapan tersebut juga menjadi penentu peserta yang lolos ke enam besar.
Selain aktif dalam dunia literasi, keduanya juga mengaku memiliki kebiasaan membaca sejak usia dini. Bima mulai gemar membaca sejak kecil dan menyukai buku bertema strategi serta pengembangan wawasan. Sementara Azka mengaku tertarik membaca buku yang mengajarkan cara berpikir positif dan kritis.
Bagi mereka, membaca tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memperluas kosa kata, hingga menumbuhkan empati terhadap orang lain.
“Ketika sedang membaca novel, kita bisa lihat dari sudut pandang karakternya, kita lihat bagaimana dia cara berpikir, bagaimana cara dia menyelesaikan masalah. Kita jadi merasa bisa lebih mengerti orang lain,” kata Bima.
Keduanya berharap semakin banyak anak muda yang tertarik membangun budaya membaca, terutama di tengah derasnya penggunaan gawai dan media digital saat ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....