Bukan Sekadar Hiasan, Ini Fungsi Penting Kumis pada Kucing
- 07 Mei 2026 08:45 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Kucing dikenal sebagai hewan yang lincah dan mampu bergerak dengan tenang, bahkan di tempat gelap sekalipun. Salah satu rahasia kemampuan tersebut ternyata berasal dari kumisnya.
Dilansir dari laman halodoc.com, berbeda dengan bulu biasa, kumis pada kucing (vibrissae) memiliki akar yang lebih dalam dan terhubung dengan banyak saraf sensitif. Karena itulah, bagian ini mampu mendeteksi perubahan kecil di sekitar lingkungan kucing.
Saat berjalan di tempat gelap, kucing memanfaatkan kumisnya untuk membaca kondisi sekitar. Kumis membantu mereka mengetahui jarak benda, ukuran celah, hingga arah angin. Kemampuan ini membuat kucing tetap lincah meski berada di ruangan minim cahaya.
Tak hanya berada di sekitar hidung, kumis kucing juga tumbuh di atas mata, dagu, hingga bagian belakang kaki depan. Setiap posisi memiliki fungsi tersendiri untuk membantu kucing mengenali objek maupun pergerakan di dekat tubuhnya.
Menariknya, lebar kumis kucing umumnya sebanding dengan lebar tubuhnya. Karena itu, kumis membantu kucing menentukan apakah tubuhnya bisa melewati suatu lubang atau celah sempit. Jika kumis terasa menyentuh sisi ruang, biasanya kucing akan menghindar.
Kumis juga menjadi penanda suasana hati. Ketika kucing merasa santai, kumis akan berada dalam posisi normal. Namun saat marah atau merasa terancam, kumis dapat bergerak ke depan sebagai bentuk kewaspadaan. Sebaliknya, kumis yang tertarik ke belakang sering menunjukkan rasa takut.
Banyak pemilik hewan tidak menyadari bahwa memotong kumis kucing dapat mengganggu aktivitasnya. Meski tidak menimbulkan rasa sakit seperti memotong rambut manusia, kumis sangat penting bagi orientasi dan keseimbangan kucing.
Kucing yang kehilangan kumis bisa menjadi bingung dan kurang percaya diri saat bergerak. Selain itu, kucing juga kerap mengalami “whisker fatigue” atau kelelahan kumis.
Kondisi ini terjadi ketika kumis terlalu sering menyentuh permukaan tertentu, misalnya mangkuk makan yang terlalu sempit. Akibatnya, kucing bisa merasa stres atau enggan makan.
Kepekaan kumis kucing menjadi salah satu alasan hewan ini dikenal sangat responsif. Dalam dunia liar, kemampuan tersebut membantu mereka berburu, menghindari predator, dan bergerak cepat di berbagai medan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....