Utang Belum Lunas, Haji Sebaiknya Ditunda hingga Mampu

  • 30 Apr 2026 00:08 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Keinginan untuk menunaikan ibadah haji merupakan cita-cita banyak umat Islam. Namun, dalam praktiknya, tidak sedikit yang dihadapkan pada kondisi keuangan yang belum sepenuhnya siap, seperti masih memiliki tanggungan utang.

Dilansir dari laman Kementerian Agama, haji merupakan ibadah wajib yang hanya diperuntukkan bagi mereka yang mampu, baik secara fisik maupun finansial. Dalam hal ini, kemampuan finansial mencakup terpenuhinya kebutuhan pribadi serta tidak adanya tanggungan utang yang memberatkan.

Utang menjadi hal yang perlu diprioritaskan untuk diselesaikan, terutama jika sudah jatuh tempo. Kewajiban ini berkaitan dengan tanggung jawab kepada sesama manusia yang harus dipenuhi sebelum menjalankan ibadah lain yang bersifat wajib namun memiliki syarat, seperti haji.

Jika seseorang tetap memaksakan diri berangkat haji dalam kondisi masih memiliki utang yang belum terselesaikan, hal tersebut berpotensi menimbulkan persoalan baru, baik secara sosial maupun finansial. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa syarat kemampuan dalam berhaji belum sepenuhnya terpenuhi.

Meski demikian, terdapat beberapa kondisi yang dapat menjadi pertimbangan. Misalnya, apabila utang belum jatuh tempo, atau terdapat kesepakatan dengan pemberi utang untuk menunda pembayaran, serta adanya jaminan kemampuan untuk melunasinya di kemudian hari.

Namun, jika seseorang harus memilih antara melunasi utang atau berangkat haji karena keterbatasan dana, maka yang perlu didahulukan adalah menyelesaikan utang terlebih dahulu sebagai bentuk tanggung jawab. Menunda pelaksanaan haji dalam kondisi belum mampu bukan berarti mengabaikan kewajiban, melainkan bagian dari upaya memastikan ibadah dapat dilakukan dengan tenang, aman, dan tanpa beban.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam merencanakan ibadah haji, mempertimbangkan kondisi keuangan secara matang, serta tidak memaksakan diri demi menjaga keseimbangan antara kewajiban kepada Tuhan dan sesama manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....