Keren! Pelajar Bogor Siap Harumkan Indonesia di Turki dengan “Seribu Cerita”

  • 19 Apr 2026 12:35 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Sejumlah pelajar dari Sekolah Alam Bogor terpilih menjadi delegasi Indonesia dalam ajang internasional Caretakers of the Environment International (CEI) Conference 2026 yang akan digelar di Mugla, Turki. Mereka adalah Nasya Maharani, Muhammad Ali Akbar Ayuba, Bening Kaysami, Rindu Kirana Rahima, dan Almira Ayudya Chandrakirani yang merupakan pelajar kelas 9 SMP.

Para siswa tersebut membawa proyek bertajuk “Seribu Cerita”, sebuah inovasi edukatif berbentuk board game atau permainan papan yang mengangkat tema sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan. Proyek ini bertujuan mengenalkan budaya dan sejarah Indonesia kepada generasi muda dengan cara yang interaktif dan menyenangkan.

Guru pembimbing, Okwan Himpuni, menjelaskan bahwa CEI merupakan konferensi tahunan berskala global yang diikuti berbagai negara. Tahun ini, Indonesia mengirimkan lima proyek terbaik hasil seleksi nasional, termasuk tim dari Bogor.

“Proyek kami mengangkat kekhawatiran terhadap tren wisata anak muda yang lebih fokus pada viralitas, bukan pada nilai sejarah dan budaya dari destinasi tersebut,” ujarnya dalam segmen IDOLA (Indonesia Layak Anak) Pro 1 RRI Bogor pada Minggu, 19 April 2026.

Melalui “Seribu Cerita”, para siswa merancang permainan papan yang konsepnya mirip permainan monopoli. Pemain akan menjelajahi lima pulau besar di Indonesia dengan karakter berpakaian adat, sekaligus mempelajari fakta budaya, permainan tradisional, hingga sejarah daerah.

Salah satu siswa, Rindu Kirana Rahima, mengatakan nama “Seribu Cerita” terinspirasi dari julukan Indonesia sebagai negara seribu pulau. Ia berharap proyek ini dapat menggambarkan kekayaan cerita dari berbagai daerah di Tanah Air.

“Tiap daerah punya cerita. Kami ingin orang mengenal Indonesia bukan hanya dari yang viral, tapi juga dari nilai sejarah dan budayanya,” kata Rindu.

Dalam proses penyusunan proyek, tim menghadapi berbagai tantangan, mulai dari mengidentifikasi permasalahan hingga merancang solusi yang menarik dan aplikatif. Mereka juga harus bersaing dengan delegasi dari sekitar 27 negara yang akan berpartisipasi dalam konferensi tersebut.

Selain itu, para siswa telah dipersiapkan melalui berbagai program sekolah seperti presentasi proyek, kegiatan riset, hingga pengalaman belajar di luar kota dan luar negeri. Hal ini membantu membangun kepercayaan diri mereka untuk tampil di forum internasional.

Meski demikian, tantangan lain yang dihadapi adalah pendanaan. Keikutsertaan dalam konferensi ini bersifat mandiri, sehingga tim masih berupaya mencari dukungan sponsor untuk membantu biaya keberangkatan ke Turki.

Para siswa juga menyampaikan pesan kepada generasi muda agar berani berkarya dan tidak melupakan budaya sendiri di tengah arus globalisasi.

“Jangan takut mencoba. Selama kita punya ide, jalankan saja. Kesempatan tidak selalu datang dua kali,” ujar Nasya Maharani.

Delegasi ini dijadwalkan mengikuti CEI di Turki pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026. Mereka diharapkan mampu membawa nama Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya nusantara di kancah internasional melalui cara yang kreatif dan relevan dengan generasi masa kini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....