Perbedaan TBM, Ovalet, dan SP dalam Pembuatan Cake

  • 31 Mar 2026 12:48 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Saat pertama kali belajar membuat cake, banyak orang fokus pada bahan utama seperti tepung, telur, dan gula. Namun, ada satu bahan kecil yang sering menjadi penentu keberhasilan yaitu cake emulsifier.

Emulsifier perannya sangat besar dalam menentukan apakah kue akan mengembang sempurna atau justru bantat. Melansir laman resepkoki.id, cake emulsifier berfungsi sebagai “penyatu” antara bahan yang sulit bercampur, seperti lemak dan cairan.

Emulsifier juga membantu adonan menjadi lebih lembut, stabil, dan berpori halus. Inilah alasan mengapa cake yang menggunakan emulsifier biasanya terasa lebih ringan dan tidak mudah gagal.

Di pasaran, ada tiga jenis emulsifier yang paling umum digunakan yaitu TBM, Ovalet, dan SP. Sekilas terlihat sama, tetapi saat digunakan dalam adonan, perbedaannya mulai terasa.

TBM sering dipakai saat mentega dan gula sudah dikocok terlebih dahulu, lalu telur dimasukkan secara bertahap. TBM membantu menjaga adonan tetap stabil agar tidak pecah dengan hasil akhirnya biasanya tidak terlalu ringan, lebih padat, namun tetap empuk. Karena itu, TBM sering digunakan untuk cake rumahan atau adonan dengan komposisi bahan yang cukup kompleks.

Ovalet bekerja dengan cara yang lebih “praktis”. Teksturnya lebih mudah menyatu dalam adonan, sehingga membantu proses pengocokan menjadi lebih stabil. Hasilnya pun cenderung lebih lembut dan sedikit moist, sehingga sering dipilih untuk bolu kukus atau kue dengan tekstur basah.

SP sering dianggap sebagai pilihan menginginkan hasil maksimal. Emulsifier ini sangat cocok untuk resep yang mengharuskan telur dikocok hingga mengembang kaku. Dengan SP, adonan menjadi lebih stabil, tidak mudah turun, dan mampu menahan udara lebih. Cake yang menggunakan SP biasanya memiliki tekstur paling ringan, halus, dan mengembang tinggi, sering digunakan untuk sponge cake atau cake dekorasi.

Meskipun ketiganya berbeda karakter, sebenarnya fungsi dasarnya tetap sama. Ketiganya sama-sama bisa digunakan untuk berbagai jenis kue, mulai dari bolu, cake, hingga donat.

Memilih antara TBM, Ovalet, atau SP bukan soal mana yang paling bagus, melainkan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan. Jika ingin hasil sederhana dan cukup lembut, TBM sudah memadai. Jika menginginkan hasil yang lebih stabil dan moist, Ovalet bisa jadi pilihan. Namun, jika targetnya adalah cake yang sangat ringan, halus, dan mengembang maksimal, SP sering menjadi pilihan utama.

Memahami perbedaan ini membuat proses baking terasa lebih terarah. Bukan sekadar mengikuti resep, tetapi juga memahami bagaimana setiap bahan bekerja, hingga akhirnya menghasilkan cake yang konsisten, lembut, dan menggugah selera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....