Ribuan Spesies Hewan Terancam Punah di Abad Ini
- 26 Mar 2026 18:43 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Ribuan spesies hewan di seluruh dunia menghadapi risiko punah pada akhir abad ke-21 akibat kombinasi peristiwa panas ekstrem dan kerusakan habitat yang dipicu aktivitas manusia. Studi yang dipimpin Dr Reut Vardi dan diterbitkan di Global Change Biology pada 9 Desember 2025, menganalisis sekitar 30.000 spesies amfibi, burung, mamalia, dan reptil untuk memproyeksikan ancaman kepunahan. Informasi ini dikutip dari majalah lingkungan Down To Earth.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir 8.000 spesies berpotensi punah pada 2100. Mayoritas ancaman berasal dari paparan panas ekstrem dan perubahan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan kebutuhan habitat alami mereka. Dr Vardi menekankan bahwa kombinasi stres lingkungan dan aktivitas manusia dapat menyebabkan kepunahan massal jika mitigasi tidak segera dilakukan.
Kerusakan habitat menjadi penyebab utama yang diperparah oleh gelombang panas ekstrem akibat krisis iklim. Contohnya, ular semak Afrika (Atheris broadleyi) diperkirakan akan kehilangan 81 persen habitatnya karena konversi lahan menjadi area pertanian atau perkotaan, dan 76 persen dari wilayahnya terancam oleh suhu ekstrem. Dampak serupa diperkirakan juga akan dirasakan oleh berbagai amfibi yang tinggal di wilayah tropis dan semi-tropis.
Selain itu, penelitian ini menyoroti bahwa amfibi dan reptil lebih rentan terhadap kepunahan dibandingkan burung dan mamalia. Dalam skenario optimis sekalipun, amfibi dan reptil masih diperkirakan kehilangan 23 dan 13 persen wilayah hidup mereka, sedangkan burung dan mamalia hanya 2 hingga 4 persen. Hal ini menunjukkan bahwa spesies dengan jangkauan wilayah sempit akan menghadapi tekanan yang jauh lebih berat.
Beberapa spesies yang masuk dalam Catatan Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) juga berisiko kehilangan seluruh habitat alami mereka. Dampak terburuk penelitian ini diprediksi akan terjadi di wilayah Sahel—termasuk Sudan, Chad, Mali—Timur Tengah, serta Brasil dan sekitarnya, di mana konversi lahan dan kenaikan suhu ekstrem sudah mengancam kelangsungan ekosistem.
Secara global, skenario terburuk memperkirakan 52 persen habitat asli hewan akan hilang, sementara skenario optimis tetap menunjukkan kehilangan sekitar 10 persen. Penelitian menekankan urgensi tindakan konservasi dan mitigasi perubahan iklim di level global.
Menurut Dr Vardi, pihaknya harus mempertimbangkan dampak berbagai ancaman secara bersamaan untuk mendapatkan perkiraan yang lebih akurat tentang kepunahan spesies. Tindakan mitigasi yang cepat dan tepat sangat penting untuk melindungi keanekaragaman hayati dan mencegah kerugian ekologis yang luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....