Sumatera Utara Pimpin Populasi Anjing Terbanyak di Indonesia
- 10 Mar 2026 09:14 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor- Sumatera Utara tercatat sebagai provinsi dengan jumlah anjing terbanyak di Indonesia. Berdasarkan data statistik tahun 2023, populasi anjing di wilayah ini mencapai sekitar 1.436.820 ekor. Angka tersebut membuat Sumatera Utara menyumbang porsi terbesar dari total populasi anjing nasional yang diperkirakan mencapai lebih dari 3,4 juta ekor.
Besarnya jumlah tersebut menunjukkan bahwa peran anjing dalam kehidupan masyarakat di Sumatera Utara cukup signifikan. Di banyak daerah, hewan ini tidak hanya dipelihara sebagai penjaga rumah, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat. Tradisi dan kebiasaan lokal turut memengaruhi tingginya angka kepemilikan anjing di wilayah ini.
Di posisi kedua terdapat Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan populasi sekitar 543.546 ekor. Provinsi ini dikenal memiliki tradisi pemeliharaan anjing yang kuat di berbagai daerah pedesaan. Kehadiran anjing sering dimanfaatkan sebagai penjaga rumah maupun pelindung ternak dari ancaman hewan liar.
Sementara itu, Bali menempati posisi ketiga dengan jumlah sekitar 242.117 ekor. Keberadaan anjing di Bali tidak terlepas dari kehidupan masyarakat dan lingkungan pariwisata yang dinamis. Selain dipelihara sebagai hewan penjaga, anjing juga sering ditemukan hidup berdampingan dengan masyarakat di berbagai kawasan permukiman.
Beberapa provinsi lain yang juga memiliki populasi anjing cukup besar antara lain Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara. Masing-masing wilayah tersebut mencatat jumlah puluhan hingga ratusan ribu ekor. Hal ini menunjukkan bahwa persebaran populasi anjing di Indonesia cukup beragam dan tidak hanya terkonsentrasi di satu kawasan saja.
Menariknya, sebagian besar provinsi dengan populasi anjing tinggi berada di luar Pulau Jawa. Faktor budaya, lingkungan, serta kebutuhan masyarakat menjadi alasan utama mengapa pemeliharaan anjing lebih umum di beberapa daerah tertentu. Kondisi geografis dan pola kehidupan masyarakat turut membentuk kebiasaan tersebut.
Data ini menggambarkan bahwa hubungan manusia dengan hewan peliharaan di Indonesia sangat dipengaruhi oleh latar belakang sosial dan budaya masing-masing daerah. Dengan memahami persebaran populasi ini, pemerintah maupun masyarakat dapat merancang kebijakan yang lebih tepat terkait kesehatan hewan, pengendalian populasi, serta kesejahteraan hewan peliharaan di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....