Menabrak Kucing Tidak Membawa Sial Menurut Ajaran Islam

  • 28 Feb 2026 13:45 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Anggapan bahwa menabrak kucing di jalan dapat membawa sial masih kerap dipercaya sebagian masyarakat. Kepercayaan ini biasanya dikaitkan dengan mitos atau pertanda buruk yang diyakini akan terjadi setelah peristiwa tersebut.

Dilansir dari laman Kementerian Agama, dalam ajaran Islam tidak dikenal keyakinan bahwa suatu kejadian tertentu dapat mendatangkan kesialan. Mempercayai pertanda buruk dari suatu peristiwa termasuk dalam kategori tathayyur, yakni keyakinan yang tidak dibenarkan dalam Islam.

Islam mengajarkan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT. Karena itu, seorang Muslim tidak seharusnya mengaitkan musibah atau kesialan dengan peristiwa tertentu tanpa dasar syariat.

Apabila kucing tertabrak secara tidak sengaja, maka peristiwa tersebut tidak termasuk perbuatan dosa karena tidak ada unsur kesengajaan. Islam membedakan antara perbuatan yang disengaja dan yang terjadi di luar kendali manusia.

Namun demikian, umat Islam tetap dianjurkan untuk menyayangi dan memperlakukan hewan dengan baik. Menyakiti hewan secara sengaja merupakan perbuatan tercela dan dapat mendatangkan dosa.

Kepercayaan terhadap mitos kesialan justru dapat melemahkan sikap tawakal kepada Allah SWT. Umat Islam diajarkan untuk menyerahkan segala urusan kepada Allah dan tidak terpengaruh oleh keyakinan yang tidak memiliki dasar dalam ajaran agama.

Dengan memahami hal ini, masyarakat diharapkan tidak lagi mempercayai anggapan bahwa menabrak kucing membawa sial. Sikap yang tepat adalah tetap berhati-hati di jalan serta memperkuat keimanan dan tawakal dalam menghadapi setiap peristiwa.

Rekomendasi Berita