Pelaku Tawuran Ramadan Akan Dibina Pesantren Kilat Depok

  • 16 Feb 2026 08:57 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor- Polres Metro Depok menyiapkan langkah berbeda dalam menangani kasus tawuran yang kerap terjadi selama bulan Ramadan. Para remaja yang terlibat bentrokan tidak hanya diproses secara hukum, tetapi juga akan diarahkan mengikuti program pesantren kilat sebagai bentuk pembinaan karakter dan spiritual.

Program tersebut dirancang khusus untuk mengantisipasi meningkatnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pada malam Ramadan. Kepolisian menilai bahwa pendekatan edukatif dan religius dapat menjadi solusi alternatif agar para remaja tidak kembali mengulangi perbuatannya.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol. Abdul Waras, menjelaskan bahwa pesantren kilat ini akan difokuskan pada pembinaan akhlak, kedisiplinan, serta pemahaman nilai-nilai keagamaan. Harapannya, para peserta dapat merenungkan kesalahan mereka dan memperoleh sudut pandang baru tentang pentingnya menjaga ketertiban serta menghormati sesama.

Selama ini, tawuran remaja kerap dipicu oleh ajakan di media sosial, solidaritas kelompok, hingga persoalan sepele yang berujung bentrokan. Momentum Ramadan yang seharusnya diisi dengan kegiatan ibadah justru sering disalahgunakan untuk aktivitas negatif oleh sebagian oknum remaja.

Melalui pesantren kilat yang ditempatkan di lingkungan Polres Metro Depok, peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan seperti pembinaan mental, ceramah keagamaan, diskusi, hingga penguatan nilai kebangsaan. Program ini tidak hanya bersifat hukuman, tetapi juga pembentukan karakter agar mereka memiliki arah hidup yang lebih positif.

Langkah ini juga diharapkan mendapat dukungan dari orang tua dan masyarakat. Peran keluarga dinilai sangat penting dalam mengawasi pergaulan anak, terutama pada malam hari selama Ramadan, agar tidak terlibat dalam kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Dengan pendekatan pembinaan ini, aparat berharap angka tawuran selama Ramadan dapat ditekan secara signifikan. Pesantren kilat diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus titik balik bagi remaja untuk kembali ke jalur yang lebih baik dan produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....