Jakarta masuk Daftar Kota Paling Cerah Dunia

  • 16 Feb 2026 08:40 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Sebuah unggahan data dari World Visualized (2024) yang dibagikan melalui goodstats.id menampilkan daftar kota paling cerah di dunia berdasarkan rata-rata durasi sinar matahari per tahun. Dalam daftar tersebut, Jakarta menempati posisi keenam dengan total 2.983 jam sinar matahari per tahun, bersanding dengan kota-kota dari kawasan Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Serikat.

Kota Kairo berada di posisi teratas dengan 3.541 jam cahaya matahari per tahun, disusul Dubai dengan 3.508 jam. Los Angeles menempati urutan ketiga dengan 3.254 jam, sementara Cape Town dan Lahore melengkapi lima besar dengan masing-masing 3.094 dan 3.034 jam per tahun. Angka-angka ini menunjukkan dominasi kota-kota beriklim kering dan subtropis dalam hal paparan sinar matahari.

Menariknya, Jakarta sebagai kota beriklim tropis mampu mencatatkan angka yang tidak terpaut jauh dari kota-kota gurun. Dengan hampir 3.000 jam matahari setiap tahun, ibu kota Indonesia ini menunjukkan potensi radiasi surya yang signifikan meski memiliki curah hujan relatif tinggi dibanding kota-kota di Timur Tengah.

Di bawah Jakarta, terdapat Teheran dengan 2.826 jam, Delhi 2.684 jam, Beijing 2.670 jam, dan Barcelona 2.591 jam per tahun. Perbandingan ini memperlihatkan bahwa kota-kota di Asia dan Eropa juga memiliki tingkat kecerahan yang tinggi, meskipun tidak setinggi kawasan gurun yang minim awan dan hujan.

Tingginya durasi sinar matahari biasanya dipengaruhi oleh letak geografis, pola iklim, serta tingkat kelembapan udara. Kota-kota yang berada di wilayah lintang kering cenderung memiliki langit cerah hampir sepanjang tahun. Faktor inilah yang membuat Kairo dan Dubai konsisten berada di peringkat atas dalam daftar kota paling cerah dunia.

Bagi Jakarta, capaian ini bukan sekadar angka statistik. Paparan sinar matahari yang melimpah membuka peluang besar dalam pengembangan energi terbarukan, khususnya panel surya atap untuk kawasan perumahan, gedung perkantoran, hingga fasilitas publik. Potensi ini bisa menjadi salah satu solusi menghadapi tantangan energi dan perubahan iklim.

Dengan posisi keenam secara global, Jakarta membuktikan bahwa kota tropis pun mampu bersaing dalam hal intensitas cahaya matahari. Data ini sekaligus menjadi pengingat bahwa sinar matahari bukan hanya soal cuaca cerah, tetapi juga peluang strategis untuk pembangunan berkelanjutan di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....