Letusan Gunung Kelud 2014, Erupsi Besar dalam Sejarah Modern

  • 12 Feb 2026 21:22 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Letusan Gunung Kelud pada 13 Februari 2014 tercatat sebagai salah satu peristiwa kebencanaan vulkanik paling berdampak dalam sejarah modern Indonesia. Erupsi besar yang terjadi pada malam hari itu tidak hanya memengaruhi wilayah sekitar gunung di Jawa Timur, tetapi juga meninggalkan jejak signifikan hingga ke berbagai daerah di Pulau Jawa.

Gunung Kelud, yang terletak di perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang, mulai menunjukkan peningkatan aktivitas sejak akhir 2013. Berdasarkan catatan pemantauan vulkanologi, aktivitas kegempaan vulkanik baik dangkal maupun dalam terus meningkat hingga awal Februari 2014. Kondisi ini mendorong Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status gunung api tersebut secara bertahap.

Pada 2 Februari 2014, status Gunung Kelud dinaikkan menjadi Waspada. Selang delapan hari kemudian, tepatnya 10 Februari, status kembali ditingkatkan menjadi Siaga. Situasi berkembang sangat cepat hingga pada 13 Februari 2014 pukul 21.15 WIB, Kelud ditetapkan berstatus Awas atau Level IV, hanya beberapa jam sebelum erupsi besar terjadi.

Letusan utama Gunung Kelud terjadi pada Kamis malam, 13 Februari 2014, sekitar pukul 22.50 WIB. Erupsi ini bersifat eksplosif dan dikategorikan sebagai letusan bertipe Plinian. Kolom abu vulkanik membumbung tinggi ke atmosfer hingga mencapai belasan bahkan puluhan kilometer. Dentuman keras dari letusan tersebut dilaporkan terdengar hingga ratusan kilometer, termasuk di wilayah Jawa Tengah.

Kekuatan erupsi ini menghancurkan kubah lava yang sebelumnya terbentuk pasca-erupsi 2007, sekaligus mengubah kembali morfologi kawah Gunung Kelud secara drastis. Abu vulkanik terbawa angin ke arah barat dan barat daya, menyebabkan hujan abu lebat di sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

Dampak erupsi Gunung Kelud terasa sangat luas. Kota-kota seperti Yogyakarta, Solo, Magelang, hingga Bandung dilaporkan mengalami hujan abu pekat. Bahkan, beberapa laporan menyebutkan abu vulkanik juga terdeteksi hingga wilayah Jakarta. Kondisi tersebut menyebabkan gangguan aktivitas masyarakat, termasuk sektor pendidikan, transportasi, dan perekonomian.

Hujan abu akibat letusan gunung Kelud selimuti kota Yogyakarta, DIY, 14 Februari 2014. (Foto: Dok. Wikimedia/Aldnonymous)

Sektor penerbangan menjadi salah satu yang paling terdampak. Sejumlah bandara di Pulau Jawa terpaksa menghentikan operasional sementara akibat jarak pandang yang menurun dan risiko abu vulkanik terhadap mesin pesawat. Penutupan bandara berlangsung selama beberapa hari hingga kondisi dinyatakan aman.

Di wilayah sekitar gunung, lebih dari 100 ribu warga yang berada dalam radius rawan bencana dievakuasi ke tempat pengungsian. Langkah mitigasi ini dinilai berhasil meminimalkan jumlah korban jiwa. Meski letusan Gunung Kelud 2014 memiliki tingkat eksplosivitas yang tinggi, korban meninggal tercatat relatif sedikit. Sebagian besar korban disebabkan oleh runtuhnya bangunan akibat beban abu vulkanik atau kecelakaan saat proses evakuasi.

Secara geologis, letusan Gunung Kelud 2014 menjadi salah satu erupsi terkuat sejak letusan besar sebelumnya pada 1990. Keberadaan kubah lava di kawah disebut berperan dalam meningkatkan tekanan magma, sehingga memicu letusan eksplosif dalam waktu yang relatif singkat.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan potensi bahaya gunung api di Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik. Di sisi lain, letusan Gunung Kelud 2014 juga dipandang sebagai momentum keberhasilan sistem mitigasi bencana modern. Pemantauan intensif, peringatan dini yang tepat waktu, serta kepatuhan masyarakat terhadap arahan evakuasi terbukti mampu menekan dampak kemanusiaan dari bencana besar.

Pasca-erupsi 2014, lanskap kawah Gunung Kelud kembali berubah. Danau kawah yang sempat menghilang akibat tertutup kubah lava kini kembali terbentuk, menandai dimulainya siklus baru dalam sejarah panjang Gunung Kelud sebagai salah satu gunung api paling aktif dan bersejarah di Pulau Jawa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....