Momen Langka Enam Planet Tampak Bersama
- 11 Feb 2026 20:20 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Parade planet enam planet 28 Februari 2026 akan menghiasi langit senja dan menjadi momen yang dinantikan para pengamat bintang di berbagai belahan dunia. Fenomena ini diprediksi terjadi setelah Matahari terbenam, ketika enam planet tampak berada di satu wilayah langit yang sama. Peristiwa tersebut kerap disebut sebagai planetary parade dan menjadi daya tarik bagi astronom amatir maupun profesional.
Enam planet yang terlibat dalam fenomena ini adalah Merkurius, Venus, Saturnus, Uranus, Jupiter, dan Neptunus. Dari perspektif Bumi, planet-planet itu akan tampak berurutan di langit barat setelah senja. Meski terlihat “berkumpul”, posisi tersebut sejatinya merupakan efek visual akibat orbit planet yang berada di sepanjang bidang ekliptika.
Direktur Ilmu Pengetahuan Lowell Observatory, Gerard van Belle, menjelaskan bahwa istilah parade planet bukan berarti benda-benda langit tersebut benar-benar tersusun lurus di ruang angkasa.
“Ketika ini terjadi, kita bisa melihat banyak planet di langit malam, tetapi itu lebih merupakan fenomena visual dari orbit mereka di sekitar Matahari ketimbang susunan sejati secara fisik di ruang angkasa,” ujarnya seperti dikutip dari Space.com, Rabu, 11 Februari 2026.
Tidak semua planet dalam parade ini dapat disaksikan dengan mata telanjang. Merkurius, Venus, Jupiter, dan Saturnus relatif lebih terang sehingga lebih mudah diamati saat kondisi langit cerah. Sementara itu, Uranus dan Neptunus cenderung redup dan membutuhkan bantuan teropong atau teleskop untuk melihatnya dengan jelas.
Fenomena seperti ini tidak terjadi setiap bulan maupun setiap tahun. Diperlukan kombinasi posisi orbit yang tepat agar beberapa planet tampak berada di area langit yang sama dari sudut pandang Bumi. Peristiwa serupa tercatat pernah terjadi pada Februari 2025, ketika tujuh planet terlihat berjejer secara visual di langit malam.
Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, pengamatan disarankan sekitar 30 menit setelah Matahari terbenam dengan menghadap ke arah barat. Lokasi dengan cakrawala terbuka tanpa halangan gedung atau pepohonan akan sangat membantu. Saat langit semakin gelap, peluang melihat lebih banyak planet pun semakin besar, terutama dengan bantuan alat optik sederhana.
Fenomena ini menjadi momentum edukatif sekaligus estetis bagi masyarakat untuk mengenal dinamika Tata Surya. Selain mengamati langsung, publik juga dapat mengikuti siaran langsung atau memanfaatkan aplikasi astronomi yang menyediakan panduan waktu nyata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....