Papirus Mesir Kuno Ungkap Kisah Manusia Raksasa

  • 11 Feb 2026 07:22 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Sebuah unggahan dari akun media sosial unexplnd menyoroti terjemahan teks prasejarah Mesir yang diklaim memuat kisah tentang makhluk bertubuh sangat tinggi. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa para sejarawan berhasil menerjemahkan naskah kuno yang diyakini menjadi salah satu bukti cerita tentang keberadaan raksasa di masa lampau.

Teks yang dimaksud merujuk pada Papirus Anastasi I, dokumen berusia sekitar 3.300 tahun. Naskah ini berisi catatan juru tulis Mesir yang menceritakan tentang sosok pengembara bernama Shasu dengan tinggi disebut mencapai sekitar 2,4 meter. Sosok tersebut digambarkan kerap menimbulkan ketakutan bagi para pelancong yang berpapasan dengannya.

Kisah ini kemudian menarik perhatian publik karena dianggap memiliki kemiripan dengan narasi tentang Nephilim yang terdapat dalam Kitab Kejadian dan Bilangan di Alkitab. Sejumlah media internasional turut mengulas kemunculan kembali pembahasan papirus tersebut, sehingga memicu diskusi luas di kalangan warganet.

Meski demikian, banyak sejarawan menilai catatan itu perlu dibaca dalam konteks sastra dan budaya zamannya. Pada era Mesir kuno, kisah tentang sosok dengan ukuran tubuh luar biasa kerap muncul dalam cerita simbolik atau legenda rakyat yang bertujuan menyampaikan pesan moral maupun politik.

Dalam teks tersebut juga disebutkan ukuran manusia setinggi empat hingga lima hasta. Namun, para ahli menekankan bahwa satuan kuno sering kali memiliki variasi makna, dan penyebutan tinggi badan ekstrem tidak serta-merta menjadi bukti biologis adanya ras manusia raksasa.

Hingga kini, belum ditemukan bukti arkeologis berupa kerangka manusia purba dengan ukuran tubuh yang jauh melampaui rata-rata manusia normal. Temuan medis modern seperti gigantisme memang menunjukkan adanya individu dengan tinggi di atas rata-rata, tetapi kondisi itu bersifat kasus per kasus dan bukan representasi populasi khusus.

Perdebatan mengenai kisah raksasa dalam peradaban kuno pun terus bergulir antara ranah sejarah, mitologi, dan kepercayaan. Papirus Mesir tersebut menjadi pengingat bahwa teks kuno sering kali memadukan fakta, simbol, dan imajinasi, sehingga memerlukan kajian kritis sebelum disimpulkan sebagai bukti sejarah yang pasti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....