Waspada Voice Phishing, Modus Lama yang Kian Canggih
- 09 Feb 2026 15:51 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID - Telepon yang tiba-tiba berdering kerap terdengar sepele, namun di balik suara yang ramah dan meyakinkan, ancaman bisa saja mengintai. Mengatasnamakan petugas bank, kurir, hingga aparat resmi, pelaku voice phishing atau vishing memanfaatkan percakapan singkat untuk menjebak korbannya. Modus lama ini terus berkembang mengikuti kebiasaan masyarakat di era digital.
Dalam praktiknya, voice phishing atau penipuan melalui telepon, mengandalkan permainan psikologis melalui komunikasi suara. Pelaku sengaja menciptakan situasi mendesak, seperti masalah akun, hadiah, atau transaksi mencurigakan, agar korban panik dan kehilangan kewaspadaan. Permintaan data sensitif seperti kode OTP, PIN, hingga informasi rekening pun kerap disamarkan sebagai proses verifikasi.
Maraknya penggunaan media sosial turut membuka celah baru bagi pelaku. Informasi pribadi yang tersebar di ruang digital sering dimanfaatkan untuk membangun cerita yang terasa masuk akal. Tak jarang, korban merasa pelaku benar-benar mengenal identitas mereka, sehingga kepercayaan pun tumbuh tanpa disadari.
Pola penipuan ini juga sering menyasar momen ketika korban sedang lengah. Telepon dilakukan di luar jam kerja, saat hari libur, atau di tengah kesibukan, ketika konsentrasi tidak sepenuhnya utuh. Situasi tersebut dimanfaatkan untuk menekan korban agar segera mengambil keputusan tanpa berpikir panjang.
Menghadapi ancaman voice phishing, kehati-hatian menjadi langkah awal yang tak bisa ditawar. Lembaga resmi pada umumnya tidak meminta data rahasia melalui telepon, apalagi mendesak korban untuk segera merespons. Jika muncul rasa ragu, menghentikan percakapan dan melakukan konfirmasi melalui kanal resmi menjadi pilihan paling aman.
Selain kewaspadaan individu, literasi digital juga berperan penting dalam memutus rantai penipuan. Dengan mengenali ciri-ciri dan pola voice phishing, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi berbagai modus yang terus bermunculan. Kesadaran ini menjadi benteng utama untuk menjaga keamanan di tengah derasnya arus informasi.
Tips Menghalau Voice Phishing:
- Jangan pernah memberikan verifikasi data, seperti OTP, PIN, password, atau informasi rekening melalui telepon.
- Tegaskan untuk datang langsung ke kantor cabang terdekat atau meminta komunikasi melalui kanal resmi. Jika penelepon menolak, itu bisa menjadi indikasi kuat voice phishing.
- Waspadai panggilan di saat lengah, seperti hari libur, malam hari, atau saat sedang sibuk.
- Tolak permintaan video call, terutama jika diarahkan untuk menunjukkan wajah, kartu identitas, atau aktivitas tertentu.
- Jangan menyebutkan data pribadi apa pun, termasuk nomor identitas, alamat lengkap, atau informasi keuangan.
- Akhiri percakapan jika merasa tertekan atau diancam, lalu lakukan pengecekan mandiri melalui call center resmi.
Dengan membiasakan sikap waspada dan tidak mudah percaya, masyarakat dapat melindungi diri dari jebakan voice phishing yang kian canggih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....