Ketahui Fakta Nitrous Oxide Mulai Resahkan Masyarakat
- 05 Feb 2026 06:17 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Nitrous oxide, atau dikenal juga sebagai laughing gas atau gas tertawa, merupakan gas berwarna tidak berbau yang awalnya dipakai secara medis sebagai anestesi atau pereda nyeri di klinik dan rumah sakit. Namun belakangan ini, gas ini semakin sering disalahgunakan sebagai zat rekreasional karena efek euforia yang ditimbulkannya hanya dalam hitungan detik setelah dihirup. Penggunaan yang meluas tersebut telah menimbulkan keprihatinan dari otoritas kesehatan di berbagai negara.
Dikutip dari Better Health Channel, Perlu dipahami bahwa penggunaan nitrous oxide di luar setting medis tidak hanya berbahaya tetapi mulai berdampak pada kesehatan masyarakat. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah memperingatkan publik tentang meningkatnya cedera dan bahkan kematian yang terkait dengan inhalasi gas ini dalam konteks rekreasional. Produk nitrous oxide dijual luas dalam bentuk kanister kecil yang mudah diakses dan sering dipasarkan dengan nama-nama menarik.
Efek jangka pendek dari inhalasi nitrous oxide termasuk pusing, kehilangan keseimbangan, dan sensasi terlepas dari realitas (dissociation), meskipun beberapa orang mungkin menganggapnya sebagai “hiburan ringan.” Namun, efek ini bisa langsung berbahaya karena gas tersebut dapat mengurangi pasokan oksigen ke otak dan tubuh jika dihirup dalam jumlah besar.
Dampak penggunaan berulang dan dalam volume besar jauh lebih serius. Penggunaan yang sering dapat menyebabkan gangguan neurologis seperti kerusakan saraf, kelemahan otot, kesemutan di tangan atau kaki, dan bahkan gangguan mental seperti psikosis atau depresi. Selain itu, terdapat juga risiko tekanan darah rendah dan gangguan kardiovaskular bila gas ini digunakan bersama alkohol atau zat lain.
Tidak hanya efek kesehatan individu yang ditimbulkan, masalah sosial juga tumbuh di beberapa komunitas. Di wilayah-wilayah pariwisata dan keramaian seperti Ibiza, penggunaan nitrous oxide dalam bentuk balon untuk rekreasi telah berkembang menjadi semacam krisis di mana orang sering mengalami kejang, bekuan es di wajah, bahkan luka permanen. Hal ini juga meninggalkan sampah kanister yang tersebar di area umum.
Respon pemerintah terhadap meningkatnya penyalahgunaan nitrous oxide juga mulai terlihat. Beberapa negara seperti Inggris telah memasukkan nitrous oxide sebagai obat terlarang dalam kategori tertentu di bawah undang-undang zat psikoaktif, dengan tujuan membatasi penggunaan non-medis dan melindungi kesehatan masyarakat. Langkah hukum seperti ini menunjukkan bahwa penyalahgunaan gas ini sudah diakui sebagai masalah yang perlu ditindak secara serius.
Dikutip dari Australian Medical Assosiation, Para ahli kesehatan menekankan pentingnya pendidikan publik tentang risiko nitrous oxide serta pengembangan kebijakan yang tepat untuk mengatasi penyalahgunaan ini, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda yang menjadi kelompok pengguna terbesar. Tanpa pemahaman yang benar, banyak orang mungkin melihat nitrous oxide hanya sebagai “hiburan ringan,” padahal bahaya fisik dan neurologis yang ditimbulkannya nyata dan signifik
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....