Rahasia dan Cerita di Balik Tren Jeans Sobek

  • 17 Nov 2025 10:56 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor: Celana jeans robek atau distressed jeans sudah lama menjadi bagian dari gaya kasual banyak orang. Menariknya, ketika pakaian lain robek justru dianggap memalukan, jeans sobek malah dinilai stylish dan penuh karakter. Mengapa bisa begitu?

Pengamat mode dan penata gaya, Erlangga S. Negoro, menjelaskan bahwa tren ini bukan muncul tiba-tiba. Gaya sobek-sobek pada denim mulai populer sejak dekade 1980-an. Saat itu, kelompok musik R&B mempopulerkannya sebagai bagian dari street style, sementara band rock lebih identik dengan busana berbahan kulit.

Di masa itu, masyarakat tengah gandrung pada tampilan yang mencolok dengan warna terang, motif ramai, hingga gaya yang cenderung berlebihan. Jeans sobek menjadi salah satu cara untuk mencuri perhatian dan menonjolkan ekspresi diri.

Era 90-an: Dari Anti-Fashion hingga Simbol Kebebasan

Memasuki era 1990-an, makna jeans sobek turut berubah. Kaum grunge dan punk yang mengusung penampilan serba kasual mengadopsi busana seadanya sebagai bentuk penolakan terhadap mode arus utama. Pakaian robek dianggap mencerminkan sikap anti-fashion, apa adanya, dan tanpa usaha untuk tampil glamor.

Band-band ikonik seperti Nirvana dan Green Day juga menjadikan jeans sobek sebagai ciri khas.

TheNewspaper.ca bahkan mencatat bahwa komunitas punk memainkan peran besar dalam mempopulerkan tren distressed jeans. Ideologi mereka yang melawan sistem dan menolak kemapanan tercermin lewat pakaian robek penuh duri, termasuk celana jeans yang dihias spike dan robekan besar.

Simbol Politik yang Berubah Menjadi Gaya Sehari-Hari

Seiring waktu, muatan politik dan perlawanan yang dulu melekat pada jeans sobek mulai memudar. Banyak orang mulai mengenakannya karena nyaman dan terlihat keren. Bagi sebagian musisi, robekan itu justru menjadi bagian dari cerita.

Musisi legendaris Iggy Pop pernah mengatakan bahwa celananya mulai sobek karena sering digunakan saat konser. Alih-alih membuangnya, ia membiarkan robekan itu tetap ada karena dianggap sebagai “jejak” pengalamannya di panggung.

Kini, Robeknya Sudah ‘Direncanakan’

Tren berkembang semakin jauh hingga akhirnya produsen busana justru menjual jeans yang sudah disobek sebelumnya. Robekan sengaja dibuat demi tampilan edgy, kasual, dan modern bahkan sebelum pembelinya memakainya.

Jeans sobek kini bukan lagi soal pemberontakan, melainkan pilihan gaya. Dari simbol anti-kemapanan hingga fashion mainstream, celana jeans robek telah melewati perjalanan panjang sebelum menjadi item wajib bagi pecinta gaya kasual masa kini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....