Mudik Lebaran Rawan Kecelakaan, Begini Cara Menolong Korban
- 19 Mar 2026 07:33 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Mudik Lebaran selalu diikuti peningkatan mobilitas masyarakat, sehingga risiko kecelakaan lalu lintas juga ikut meningkat. Karena itu, masyarakat perlu memahami langkah dasar penyelamatan korban sebelum tenaga medis tiba di lokasi.
Penanganan awal terhadap korban kecelakaan saat mudik perlu dilakukan dengan cepat dan tepat agar kondisi korban tidak semakin parah. Kesalahan saat memberi pertolongan justru dapat meningkatkan risiko kecacatan hingga kematian, terutama bila korban mengalami sesak napas, perdarahan berat, atau patah tulang.
Dikutip dari laman Ayo Sehat Kementerian Kesehatan, langkah pertama yang harus dilakukan ketika menemukan kecelakaan adalah segera menghubungi layanan darurat 119. Setelah itu, penolong perlu memastikan kondisi dirinya aman, meminta bantuan orang sekitar untuk mengamankan lokasi, serta mematikan mesin kendaraan yang terlibat kecelakaan.
Penolong juga dianjurkan mendahulukan korban yang masih hidup dan memindahkan korban ke tempat lebih aman hanya bila memungkinkan tanpa memperparah cedera. Sementara kendaraan yang terlibat kecelakaan tidak boleh dipindahkan karena dapat menjadi barang bukti bagi kepolisian.
Pada tahap berikutnya, penolong perlu memeriksa apakah korban sadar, bernapas, dan mengalami perdarahan. Jika korban tidak sadar, jalan napas harus dipastikan tidak tersumbat, sedangkan bila ada perdarahan deras, penolong perlu segera menekan bagian yang terluka menggunakan kain atau benda lain yang aman.
Kementerian Kesehatan juga mengingatkan agar korban patah tulang dipindahkan dengan sangat hati-hati dan tidak ditarik atau dijinjing sembarangan. Pemindahan korban yang tidak sadar idealnya dilakukan oleh sedikitnya tiga orang agar posisi kepala, punggung, dan kaki tetap lurus sehingga cedera tidak bertambah berat.
Selain itu, masyarakat diimbau tidak memberikan penanganan yang keliru seperti mengoleskan cairan tertentu pada luka, memaksa menarik korban yang terjepit, atau melepas helm tanpa teknik yang benar. Pemahaman dasar ini dinilai penting agar pertolongan pertama saat mudik dapat benar-benar menyelamatkan nyawa korban sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....