Melestarikan Budaya Sastra Lisan di Kasepuhan Sinar Resmi

  • 02 Jul 2025 17:49 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor: Kasepuhan Sinar Resmi, sebuah komunitas adat Sunda di Kabupaten Sukabumi, menjadi pusat perhatian dalam upaya pelestarian budaya lokal melalui kegiatan penelitian bertajuk “Tradisi Sastra Lisan dalam Upaya Pelestarian Budaya Sunda Masyarakat Adat Kasepuhan Sinar Resmi Kabupaten Sukabumi”. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penelitian Dasar Hibah Internal Universitas Pakuan Tahun 2024.

Penelitian dilaksanakan oleh tim lintas keilmuan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya. Tim peneliti terdiri dari tiga dosen lintas bidang keilmuan, yaitu Sasongko S. Putro, MM (Prodi Sastra Indonesia), Layung Paramesti Martha, M.Si (Prodi Ilmu Komunikasi), dan Hafzotillah, M.I.Kom (Prodi Ilmu Komunikasi). Ketiganya bekerja sama melakukan penelitian lapangan dengan pendekatan etnografi budaya dan komunikasi untuk mendokumentasikan serta merevitalisasi tradisi sastra lisan masyarakat adat.

Penelitian ini memfokuskan diri pada dokumentasi berbagai bentuk ekspresi lisan seperti pantun adat, tembang, dongeng leluhur, mantra, dan ungkapan tradisional yang hidup dalam keseharian masyarakat Kasepuhan Sinar Resmi. Urgensi penelitian ini terletak pada tradisi sastra lisan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Sunda, khususnya dalam komunitas adat Kasepuhan Sinar Resmi.

Namun, globalisasi dan perubahan sosial ekonomi telah menyebabkan menurunnya minat generasi muda terhadap tradisi ini, sehingga keberadaannya terancam punah. Penelitian ini berkaitan erat dengan pencapaian SDGs tingkat desa, terutama dalam aspek keberlanjutan budaya dan sosial. Berbagai aktivitas penelitian meliputi perekaman audio-visual pertunjukan sastra lisan dalam konteks ritual dan adat, wawancara mendalam dengan sesepuh adat dan tokoh masyarakat, transkripsi dan digitalisasi naskah lisan ke dalam modul interaktif dan pemetaan wilayah budaya dan titik sebaran sastra lisan berbasis multimedia.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran tradisi sastra lisan dalam pelestarian budaya Sunda di masyarakat Adat Kasepuhan Sinar Resmi, serta mengembangkan strategi yang efektif untuk menjaga kelangsungannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, yang melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi berbagai bentuk sastra lisan yang masih hidup dalam komunitas tersebut.

Melalui pendekatan partisipatif, tim peneliti tidak hanya merekam tradisi yang masih lestari, tetapi juga mengajak generasi muda untuk terlibat dalam proses pelestarian melalui workshop, diskusi interaktif, dan perancangan platform pembelajaran digital berbasis budaya.

“Penelitian ini ingin memastikan bahwa sastra lisan tidak hanya menjadi artefak, tetapi menjadi sumber pembelajaran dan kebanggaan budaya lokal yang terus hidup dan beradaptasi,” ujar Ketua Tim Peneliti, Sasongko S. Putro, MM, Rabu (2/7/2025).

Penelitian ini menargetkan beberapa capaian strategis, antara lain pengembangan prototipe modul digital interaktif untuk pembelajaran budaya Sunda, pembuatan peta budaya dan narasi multiformat (audio, video, teks, dan animasi), publikasi ilmiah dan diseminasi hasil penelitian kepada pemangku kepentingan budaya, dan peningkatan literasi budaya masyarakat melalui kolaborasi komunitas dan perguruan tinggi.

Penelitian ini menjadi langkah awal dalam membangun basis data dan ekosistem digital bagi pelestarian sastra lisan Sunda, khususnya dari komunitas adat Kasepuhan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi penting dalam pendidikan karakter berbasis budaya loal, merevitalisasi tradisi sastra lisan di Kasepuhan Sinar Resmi sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Sunda di tengah arus modernisasi.

Rekomendasi Berita