Kenaikan Tarif Tol Dinilai Pengaruhi Daya Beli Masyarakat

  • 19 Sep 2024 18:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN Jakarta: Kenaikan tarif tol dalam kota Jakarta potensi pengaruhi daya beli masyarakat. Majelis Profesi MTI Muslich Zainal Asikin menyatakan, pentingnya mempertimbangkan kemampuan dan kemauan masyarakat untuk membayar tarif baru ini.

Ia menuturkan, kenaikan tarif ini bisa berdampak lebih besar pada masyarakat di luar Jakarta yang lebih sensitif terhadap perubahan biaya. "Ketika yang lewat nanti yang dari daerah dan sebagainya, itu kan akan punya efek," katanya saat berbincang dengan Pro3 RRI, Kamis (19/9/2024).

Ia pun menyoroti, bahwa kenaikan tarif ini berisiko menambah tekanan psikologis pada masyarakat, terutama situasi ekonomi yang tidak stabil. "Apalagi hari ini kan 4 bulan berturut-turut bukan inflasi, tapi deflasi," ucapnya.

Deflasi yang terjadi mengindikasikan daya beli yang menurun, sehingga kenaikan tarif tol di kondisi ini bisa memperburuk keadaan. "Masa lalu tarif tol dinaikkan, itu pertimbangan saya," ujarnya.

Kenaikan tarif dikhawatirkan dapat meningkatkan biaya logistik yang pada akhirnya akan berdampak pada harga barang dan jasa lainnya. "Multiplier effectnya begitu. Jadi jangan melihat hanya dari sisi berapa persen kenaikannya tarif tol," ucapnya.

Menurutnya, kenaikan tarif tol yang hanya mempertimbangkan aturan undang-undang tidaklah cukup. "Di dalam undang-undang itu yang mengatur juga tentang kenaikan tarif jalan tol itu kan banyak sekali pertimbangannya," ujarnya. (MG/Ayunda)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....