BI Tawarkan Tiga Proyek Investasi pada Investor AS

  • 27 Agt 2024 20:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Bank Indonesia (BI) memfasilitasi tiga proyek strategis dalam kegiatan 'Infonesia Business Forum' di Washington, DC, Amerika Serikat. Tiga Proyek tersebut bagian dari tujuh proyek investasi yang dipromosikan Indonesia dalam Forum tersebut.

"Tiga proyek tersebut meliputi Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (geothermal) di candi Umbul, Telomoyo. Industri pengolahan tembaga di Jawa Timur untuk mendukung hilirisasi dan Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong," kata Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta dalam siaran pers BI, Selasa (27/8/2024).

KIA ditargetkan menjadi pusat industri dan hilirisasi halal di Aceh. Fokusnya pada produk makanan, minuman, dan produk lainnya.

Menurut Filianingsih, BI memilih tiga proyek investasi itu setelah melakukan bersama Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) New York. Pemilihan ketiga proyek investasi yang sama ditawarkan kepada investor AS, juga mempertimbangkan ketertarikan investor terhadap sektor proyek tersebut.

"Ada lima alasan bagi investor AS untuk berinvestasi di Indonesia. Yakni pertumbuhan ekonomi yang kuat dengan prospek positif dan fundamental makroekonomi yang stabil," ucap Filianingsih.

Pemerintah Indonesia juga berkomitmen terhadap reformasi struktural untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Termasuk melakukan akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan serta pengembangan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

'Indonesia Business Forum' juga menyelenggarakan promosi perdagangan yang mengangkat tema 'Wow Indonesia Festival'. Menampilkan sustainable fashion show karya desainer Indonesia.

Produk unggulan wastra, pakaian jadi, kerajinan, dan makanan ringan dari delapan UMKM binaan. Juga dihadirkan dalam promosi itu.

"Melalui kegiatan ini diharapkan hubungan bilateral Indonesia dan AS dalam bidang investasi dan perdagangan semakin kuat. Sejalan dengan upaya bersama mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif bagi kedua negara," ujar Filianingsih, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....