Ini Tips Cegah Kebocoran Data saat Berinvestasi

  • 17 Jul 2024 06:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Isu kebocoran data telah menjadi perhatian serius di kalangan masyarakat Indonesia, terutama dalam konteks investasi di pasar modal. Keamanan dalam berinvestasi menjadi faktor yang tak kalah penting dibandingkan potensi keuntungan dan risiko investasi.

Menanggapi kekhawatiran ini, Bibit.id, aplikasi investasi digital terkemuka di Indonesia, memberikan panduan agar masyarakat dapat berinvestasi dengan aman tanpa khawatir data mereka bocor.

PR & Corporate Communication Lead Bibit, William menyampaikan beberapa poin penting yang perlu dipertimbangkan oleh masyarakat atau investor saat memilih platform investasi.

Pertama, dari segi Legalitas dan Perizinan, William mengatakan bahwa masyarakat harus memastikan bahwa perusahaan tersebut terdaftar dan berizin dari otoritas yang berwenang. Bibit sendiri adalah Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, Bibit juga menjadi mitra distribusi Surat Berharga Negara (SBN) yang resmi ditunjuk oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI). Prestasi Bibit diakui dengan empat penghargaan bergengsi dari Kemenkeu RI, seperti Mitra Distribusi (Midis) Surat Utang Negara (SUN) Ritel Terbaik Tahun 2022 dan berbagai penghargaan lainnya pada tahun 2022 dan 2023.

Kedua, dari segi mekanisme Investasi, William mengimbau agar masyarakat teliti dalam memahami bagaimana dana mereka disimpan dan dikelola. Di Bibit, seluruh dana investasi reksa dana nasabah disimpan oleh bank kustodian seperti BCA, BNI, dan HSBC, bukan oleh Bibit sendiri. Ini sesuai dengan peraturan OJK.

Untuk investasi SBN, obligasi negara Fixed Rate (FR), dan Stable Earn, produk ini dikeluarkan oleh pemerintah dan 100% dijamin oleh negara sesuai undang-undang. Investasi saham juga aman karena dana nasabah tetap berada dalam portofolionya selama tidak dijual.

"Kepemilikan semua produk investasi di Bibit tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) atas nama investor sendiri. Sehingga, memastikan transparansi dan keamanannya," kata William dalam pernyataannya, Rabu (17/7/2024).

Ketiga, dari segi keamanan yang disediakan, Bibit sangat memprioritaskan keamanan data dan dana nasabah. Sistem login di Bibit dilengkapi dengan fitur biometrik seperti Face ID atau Fingerprint, sehingga hanya pemilik akun yang dapat mengaksesnya.

Jika ada akses tak sengaja diberikan kepada orang lain, sistem Bibit akan mengenali perangkat yang tidak dikenal dan mengirim notifikasi email kepada pengguna. Pengguna juga dapat memonitor aktivitas login dan logout dari semua perangkat yang terhubung. "Investasi di Bibit menjadi lebih aman dan nyaman," ucap William.

Terkait dengan pencairan dana investasi di Bibit, aspek keamanan juga sangat perhatikan. Setiap penjualan reksa dana harus dikonfirmasi oleh kode PIN terlebih dahulu, sehingga pencairan transaksi investor menjadi lebih aman. Akses terhadap data pribadi pengguna juga dilindungi oleh PIN sehingga lebih aman.

Untuk rekening pencairan, penting diketahui bahwa penjualan reksa dana pengguna hanya bisa dicairkan ke rekening bank atas nama mereka yang sesuai dengan KTP. Jadi, tidak ada pihak lain yang bisa mencairkan uang kita ke rekening bank yang lain.

Terakhir, William mengajak masyarakat untuk secara proaktif melindungi keamanan data mereka dengan cara tidak bertransaksi keuangan menggunakan WiFi di tempat umum, tidak mencantumkan nomor ponsel di media sosial, tidak membalas chat dan mengklik link dari pihak yang tidak dikenal, serta hanya melakukan aktivitas investasi di dalam aplikasi Bibit.

"Apabila ragu atau ingin mengkonfirmasi atau kalau misalnya ada pihak-pihak mencurigakan yang mengatasnamakan Bibit, silakan hubungi layanan customer support Bibit 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu. Tim kami selalu mengutamakan keamanan dan layanan terbaik untuk nasabah sehingga masyarakat Indonesia bisa berinvestasi dengan mudah, aman, legal, dan sesuai dengan tujuan keuangan mereka," William mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....