Kementerian Koperasi Minta BPOM Tunda Pelabelan Galon Air

  • 09 Nov 2022 02:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Belakangan ini Badan POM gencar menyuarakan ke masyarakat bahwa BPA dalam Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) berbahaya bagi kesehatan. Dikutip dari situs BPOM, BPA (Bisfenol A) adalah senyawa kimia pembentuk plastik jenis Polikarbornat (PC).

Menanggapi hal itu, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) meminta agar BPOM tidak mengeluarkan kebijakan untuk perusahaan tertentu saja.

"Meminta agar BPOM tidak mengeluarkan kebijakan untuk menguntungkan pengusaha tertentu saja. Seperti halnya pelabelan 'berpotensi mengandung BPA' yang hanya diterapkan untuk kemasan air minum galon berbahan polikarbonat," kata Staf Ahli Kemenkop dan UKM, Luhur Pradjarto dalam keterangan resmi yang diterima RRI.co.id, Selasa (8/11/2022).

Menurut Luhur, kebijakan itu harus ditujukan untuk kepentingan bersama, baik semua perusahaan maupun masyarakat. Sebab, keduanya sama-sama memiliki kepentingan.

Kendati demikian, ia mengatakan bahwa pihaknya akan melindungi para pengusaha UMKM dari kebijakan-kebijakan yang bisa menghambat keberlangsungan usaha. "Tapi, itu juga harus dilakukan sesuai prosedur,” ucap Luhur.

Asosiasi Bidang Pengawasan dan Perlindungan terhadap Para Pengusaha Depot Air Minum (Asdamindo) mengaku sangat dirugikan dengan wacana tersebut. Menurut Sekjen Asdamindo, M. Imam Machfudi Noor, wacana yang belum ada buktinya seperti kasus etilen glikol, seolah dipaksakan untuk diterapkan.

“Kita gabung asosiasi ini sudah 10 tahun, tapi tidak ada keluhan dan komplain dari para konsumen bahwa mereka menderita penyakit. Padahal kita kan memakai galon yang sama dengan yang diproduksi kawan-kawan dari industri AMDK,” terangnya.

Namun, Imam mengakui bahwa produk air Asdamindo kemungkinan jauh lebih berbahaya dibanding produk industri AMDK.

"Dari segi kualitas kita mengakui lah itu, karena peralatan kita juga sangat jauh beda dari yang digunakan kawan-kawan dari industri. Jadi, untuk produksinya, mungkin sebenarnya lebih berbahaya kita kalau hanya karena galonnya yang dari bahan PC atau polikarbonat,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....