Kantar Indonesia Ungkap Rahasia di Balik Pilihan Konsumen

  • 28 Jun 2024 20:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kantar Indonesia, Divisi Worldpanel, merilis laporan terbarunya, yakni Brand Footprint Indonesia 2024. Brand Footprint merupakan studi tahunan yang dilakukan Kantar untuk mengukur merek yang paling dipilih oleh konsumen.

Laporan ini mencakup lebih dari 550 merek di lima sektor fast moving consumer goods (FMCG), yaitu makanan, minuman, produk susu, perawatan rumah, dan perawatan tubuh. Brand Footprint Indonesia tahun ini mencakup 97 persen rumah tangga di berbagai kota besar dan kecil di seluruh wilayah urban dan rural Indonesia, dari keseluruhan populasi rumah tangga sebanyak 70 juta.

Managing Director of Kantar Indonesia, Worldpanel Division, Venu Madhav mengungkapkan, kondisi ekonomi makro di Indonesia di awal 2024 menunjukkan resiliensi dengan pertumbuhan PDB yang positif sekitar 5 persen.

"Per kuartal pertama kemarin, perbelanjaan rumah tangga masyarakat Indonesia tumbuh 9 persen dibanding tahun lalu. Atau hampir dua kali lipat dari pertumbuhan PDB," kata Venu Madhav pada konferensi pers Brand Footprint 2024, di Jakarta, Jumat (28/6/2024).

Menurut Venu, besarnya perbelanjaan ini masih dipengaruhi oleh kenaikan harga dan juga masyarakat yang lebih percaya diri untuk berbelanja lebih banyak setelah arus inflasi di tahun-tahun sebelumnya. Kebiasaan berbelanja yang baru ini mempengaruhi konsumen dalam hal memilih brand yang dibeli.

"Kondisi ini tentunya memberikan tantangan tersendiri bagi pelaku industri FMCG untuk dapat tetap dipilih konsumen," ucapnya.

Dari studi yang dilakukan didapati fakta, seperti tahun sebelumnya, bahwa produk FMCG masih menjadi prioritas dalam perbelanjaan masyarakat Indonesia dari semua kalangan ekonomi dan demografi. Selain itu, ke-10 brand peringkat teratas di studi Brand Footprint memiliki kesamaan, yakni brand tersebut setidaknya dibeli oleh 60% masyarakat Indonesia atau setara dengan 42 juta rumah tangga. Kesamaan lainnya, dibeli sebanyak 14 kali atau lebih dalam satu tahun.

Corina Fajriyani, Senior Marketing Manager of Kantar Indonesia, Worldpanel Division menjelaskan, Kantar menggunakan metode yang disebut Consumer Reach Point (CRP) untuk mengukur sejauh mana suatu merek dapat menjangkau konsumen.

CRP adalah matriks yang menggabungkan tingkat penetrasi, yaitu jumlah rumah tangga yang membeli merek tersebut, dengan frekuensi pembelian oleh konsumen. "Nilai CRP memberikan gambaran tentang seberapa kuat hubungan antara merek tersebut dengan konsumennya," ujarnya.

Di edisi tahun ini, Indomie berhasil mempertahankan posisi teratas sebagai brand terbanyak dipilih konsumen di Indonesia. Sementara peringkat 2 hingga 8 juga diduduki brand yang sama seperti tahun lalu, yakni: SoKlin, Mie Sedaap, Royco, Roma, Kapal Api, Indofood, dan Nabati.

Sedangkan, Daia menembus daftar peringkat 10 teratas tahun ini dengan nilai CRP lebih dari 800 juta. Menariknya, tujuh dari 10 peringkat teratas merupakan brand makanan. Satu-satunya produk minuman di 10 peringkat teratas adalah produk kopi, di mana sebanyak 65% rumah tangga Indonesia mengonsumsi kopi setidaknya 20 kali dalam setahun.

Sementara itu, Le Minerale melesat 26 peringkat dari tahun lalu, merangsek ke 100 peringkat teratas di klasemen Brand Footprint tahun ini. Sedangkan produk susu cair Milku untuk pertama kali berhasil masuk ke klasemen 100 peringkat teratas Brand Footprint.

"Beberapa merek berhasil tumbuh dan memperluas basis pembelinya dengan cepat merespons kebutuhan serta preferensi konsumen. Ini menunjukkan pertumbuhan merek dapat dicapai dengan cepat tanggap terhadap perubahan perilaku konsumen," kata Corina.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....