Aprisindo: Pengusaha Sepatu Lokal Sulit Dapatkan Bahan Baku

  • 08 Mei 2024 06:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) mengaku, para pengusaha juga kesulitan mendapatkan bahan baku berkualitas. Bahan baku berkualitas ini, guna brand lokal dapat bersaing dengan produk sepatu luar negeri.

"Kemudian ada faktor input bahan baku, bahan baku pengaruhnya mencapai 50 persen. Karena besar pengaruhnya kesulitan bahan baku," kata Direktur Eksekutif Aprisindo Firman Bakri saat berbincang dengan PRO3 RRI, Selasa (7/5/2024).

Bahan baku khususnya kain, Firman mengatakan, pengusaha sepatu harus 'ngos-ngosan' menghadapi Permendag 36/2023 dan Permendag 7/2014. Dalam mendapatkan bahan baku kain, pengusaha dikenakan tambahan biaya masuk Rp15 ribu per meter kubik.

"Bahan baku kain tahun 2019-2022 dikenakan tambahan biaya masuk. Per meter kubik itu tambahan biaya Rp15 ribu bahkan lebih untuk industri alas kaki," ucapnya.

Dalam praktik di lapangan, Firman membeberkan, pengusaha sepatu harus menghadapi proses birokrasi yang panjang. Kemudian, biaya-biaya tambahan lainnya juga semakin mahal.

"Lalu ketidakpastian hukum tambah, formula perhitungannya belum jelas. Masih ada banyak hal belum terselesaikan oleh Pemendag 36, itu bebani pelaku yang jujur," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....