Konstruksi Integrasi Stasiun Karet dan Sudirman Baru Terus Berjalan

  • 05 Okt 2026 23:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kereta Api Indonesia terus mengerjakan proyek integrasi fasilitas antara Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru hingga akhir tahun 2026.
  • KAI merakit perangkat travelator dan menata koridor pejalan kaki guna mempermudah akses mobilitas seluruh penumpang kereta.
  • Perpindahan layanan penumpang memicu lonjakan aktivitas harian Commuter Line Jabodetabek di Stasiun Sudirman Baru sebesar 251,45 persen.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kereta Api Indonesia (KAI) terus melaksanakan konstruksi integrasi antara Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru. Pekerjaan integrasi fisik tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 31 Desember 2026 pascapengalihan layanan pada 1 September 2026.

KAI menyiapkan satu unit travelator datar sepanjang 20 meter dan dua unit travelator vertikal di lokasi. Pekerjaan pada sisi Kendal meliputi penambahan eskalator akses, kanopi selasar, beserta penataan koridor pejalan kaki.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan integrasi antarkawasan tersebut. Penataan di kawasan Karet mencakup lanskap stasiun, fasilitas pendukung, serta area drop off kendaraan lanjutan.

“Pekerjaan konstruksi di area Karet terus berjalan. Pada saat yang sama, perangkat travelator sudah berada di Sudirman Baru dan masuk tahap perakitan. KAI terus mengawal setiap tahapan pekerjaan agar fasilitas penghubung ini nantinya dapat mendukung akses pelanggan antara kawasan Karet dan Sudirman Baru,” ujar Anne di Jakarta pada Senin, 5 Oktober 2026.

Aktivitas harian Commuter Line Jabodetabek di Stasiun Sudirman Baru meningkat 251,45 persen selama periode September 2026. Total pergerakan penumpang melonjak signifikan dari 190.060 aktivitas menjadi 646.411 aktivitas selama September 2026.

Anne menguraikan peningkatan rata-rata akses masuk harian dari 3.691 pengguna menjadi 11.804 pelanggan pada September. Rata-rata akses keluar stasiun tersebut turut melonjak dari 2.440 orang menjadi 9.743 pelanggan setiap hari.

“Sebelum pengalihan, rata-rata aktivitas di Sudirman Baru sekitar 6.100 per hari. Pada September jumlahnya sudah berada di atas 21.500 per hari. Pada hari kerja bahkan rata-ratanya mencapai lebih dari 26 ribu aktivitas. Data ini menunjukkan pelanggan mulai menyesuaikan pola perjalanannya sejak pelayanan dipusatkan di Sudirman Baru,” kata Anne.

Ia memaparkan peningkatan volume di Stasiun Sudirman dari 2.304.280 menjadi 2.474.878 aktivitas pada September 2026. Rata-rata harian stasiun tetangga tersebut bertumbuh 10,98 persen dari 74.332 menjadi 82.496 aktivitas setiap hari.

“Data pelanggan menjadi salah satu referensi kami dalam melihat perkembangan kawasan ini. Kenaikan terbesar terjadi pada aktivitas Commuter Line Jabodetabek, sementara layanan Commuter Line Bandara relatif stabil. Karena itu, penataan fasilitas diarahkan mengikuti kebutuhan perjalanan yang saat ini terbentuk di lapangan,” ujar Anne.

Layanan Commuter Line Bandara di Stasiun Sudirman Baru mencatatkan 78.587 aktivitas penumpang sepanjang Agustus 2026. Volume angkutan tersebut tercatat mencapai 75.654 aktivitas atau berubah 0,52 persen lebih rendah pada September 2026.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan komitmen perusahaan dalam mengoptimalkan integrasi fasilitas stasiun. Kedua stasiun tersebut mencatat 6.702.680 aktivitas pelanggan secara akumulatif sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026.

“Kami ingin pekerjaan ini menghasilkan akses yang mudah digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Progres konstruksi dan perakitan travelator terus berjalan, sementara pola perjalanan pelanggan terus kami evaluasi selama masa integrasi,” kata Wisnu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....