Gelar Temu Bisnis IKM Logam Dengan Industri Besar, Kemenperin Pacu IKM Logam Naik Kelas
- 05 Jul 2023 11:55 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Kementerian Perindustrian menggelar Temu Bisnis dalam rangka Fasilitasi Kemitraan IKM Logam dengan Industri Besar di Solo Raya, di Hotel Swiss-Belinn Saripetojo Solo, (4/7/23).
Temu Bisnis yang digelar selama 2 hari mulai 4 hingga 5 Juli 2023 itu melibatkan 44 orang peserta dari 22 IKM logam di Solo Raya, yang bergerak di bidang industri fabrikasi mechanical part, sparepart, precision part, mould, dies, pattern automasi dan permesinan.
Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin Reni Yanita mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya Kementerian Perindustrian untuk meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) logam melalui fasilitasi kemitraan dengan industri besar.
Fasilitasi kemitraan bertujuan untuk memperkuat peran strategis IKM dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi, stabilitas sosial, dan pengembangan sektor swasta yang dinamis.
“Kemenperin terus memacu agar IKM naik kelas dan menjadi bagian dari rantai pasok industri besar. Hal ini untuk memaksimalkan kontribusi output IKM terhadap industri dan perekonomian daerah maupun nasional,” ucap saat pembukaan Temu Bisnis dalam rangka Fasilitasi Kemitraan IKM Logam dengan Industri Besar di Solo Raya.
Reni mengungkapkan, Ditjen IKMA secara rutin memfasilitasi kemitraan IKM dengan industri besar untuk membangun industri kecil dan menengah yang mandiri. Sebab, lanjut Reni, melalui kemitraan ini IKM dapat memperoleh kepastian pasar dan pasokan bahan baku.
“Kemitraan ini juga memacu IKM agar memiliki tanggung jawab dalam melakukan perbaikan kualitas dan kuantitas secara berkelanjutan, penerapan sistem manajemen, peningkatan SDM, akses informasi, teknologi, perizinan dan hal lainnya sesuai dengan permintaan mitra,” jelasnya.
Temu bisnis ini, lanjut Reni, merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menegah (Kemenkop UKM), Kementerian Perindustrian, dan Kementerian BUMN tentang Kemitraan Koperasi, UMKM/IKM dalam Rantai Pasok BUMN yang ditandatangani pada 3 September 2021.
Perwakilan dari industri besar berperan sebagai narasumber temu bisnis untuk menunjukkan perkembangan industri manufaktur, syarat dan prosedur kemitraan, serta kebutuhan komponen yang berpotensi disuplai oleh IKM.
“Saya berharap kesempatan ini menjadi saat yang tepat bagi IKM untuk mengetahui jenis dan spesifikasi komponen yang bisa disuplai, rencana kebutuhan pengadaan di industri besar, persyaratan standar, serta prosedur procurement dari perusahaan BUMN sehingga kemudian dapat menjadi bagian dari rantai pasok BUMN,” tegas Reni.
Adapun tercatat sejak 2018, Ditjen IKMA telah memfasilitasi kemitraan 18 IKM logam dan mesin dengan 11 industri besar, baik itu perusahaan BUMN maupun swasta, dengan ruang lingkup antara lain penyediaan alat perkakas pertanian dan perkebunan, penyediaan produk casting pump, penyediaan komponen alat kesehatan, penyediaan bahan baku, penyediaan komponen alat berat serta penyediaan jasa perbaikan dan part mechanical.
Dalam kegiatan Temu Bisnis itu, Ditjen IKMA bersinergi dengan Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kota Surakarta, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Kamar Dagang Industri Kota Surakarta, PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT. Yogya Presisi Teknikatama Industri, ATMI Group, PT. Perkebunan Nusantara III (Holding), PT. Pupuk Indonesia (Persero), PT. Indospring Tbk, PT. Indoprima Gemilang Engineering dan CV. Julang Marching Pratama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....