IPC Luncurkan International Pepper Day 2026 di Jakarta

  • 30 Sep 2026 22:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Komunitas internasional meluncurkan agenda International Pepper Day 2026 di Jakarta guna memperkuat rantai pasok rempah global.
  • Indonesia memanfaatkan momentum Keketuaan International Pepper Community 2026 untuk menyelenggarakan Pertemuan Tahunan ke-54 di Bali.
  • Kementerian Perdagangan dan para pemangku kepentingan mendorong hilirisasi produk bernilai tambah demi meningkatkan kesejahteraan petani lada.

RRI.CO.ID, Jakarta - Komunitas internasional meluncurkan agenda International Pepper Day (IPD) 2026 guna memperkuat tata niaga rempah. Kegiatan tersebut melibatkan pelaku usaha dan perwakilan pemerintah dari berbagai negara produsen dunia.

Pertemuan penting pemangku kepentingan industri rempah tersebut berlangsung pada hari Rabu, 30 September 2026. Pelaksanaan forum tingkat dunia di Hotel Borobudur Jakarta tersebut mengangkat tema rantai pasok lada.

Executive Director International Pepper Community (IPC) Marina Novira Anggraini menghadiri agenda peluncuran kegiatan tersebut. Organisasi antarpemerintah tersebut secara rutin menerbitkan 52 buletin harga lada serta 12 ulasan pasar.

"Forum ini mempertemukan negara produsen dan pasar, pemerintah serta industri, hingga peneliti dan pelaku bisnis, yang melandasi tema tahun ini: 'Power of Pepper: From Origin to Global Market'. Lada berawal dari daerah asal bersama para petani dan komunitas produsen, tetapi perjalanannya mencakup mutu, pengolahan, riset, regulasi, perdagangan, inovasi, serta dinamika permintaan pasar," kata Marina.

"Setiap negara telah memiliki pengetahuan, data, keahlian teknis, dan pengalaman regulasi masing-masing. IPC hadir bukan untuk menggantikan kapabilitas nasional tersebut. Peran kami adalah menghubungkan seluruh potensi yang ada," katanya.

Lembaga IPC memproyeksikan total produksi komoditas lada dunia pada 2026 mencapai 530.426 metrik ton. Aktivitas ekspor komoditas lada global pada 2025 diperkirakan menembus volume sebesar 418.519 metrik ton.

Direktur Perdagangan Internasional Kementerian Luar Negeri, Ditya Agung Nurdianto menyoroti peluang ekonomi komoditas lada. Pemerintah Indonesia menyusun peta jalan hilirisasi rempah nasional periode 2025 sampai 2045 secara terintegrasi.

"Mengingat hal tersebut, Keketuaan Indonesia di International Pepper Community pada 2026 menjadi momentum yang tepat untuk memajukan target-target ini. Indonesia merupakan anggota pendiri IPC dan terus berkomitmen memberdayakan organisasi ini guna memperkuat suara bersama serta daya saing negara produsen lada. Untuk itu, kami menyambut hangat komunitas lada internasional pada Sesi Pertemuan Tahunan IPC ke-54 dan Pameran Rempah Internasional di Bali akhir tahun ini. Pertemuan ini akan menjadi kesempatan berharga untuk mengubah dialog menjadi kerja sama konkret antarpemerintah, industri, peneliti, mitra pembangunan, dan petani lada," ujar Ditya.

Sektor perkebunan rakyat saat ini menghadapi kendala serius terkait alih fungsi lahan budidaya tanaman. Penyebaran hama serta penyakit tanaman semakin memperberat beban para petani kecil di berbagai daerah.

Direktur Perundingan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Kementerian Perdagangan Dina Kurniasari menggarisbawahi komitmen kepemimpinan Indonesia. Pertemuan tahunan ke-54 di Bali dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 30 November sampai 4 Desember 2026.

"Seiring Indonesia memegang keketuaan International Pepper Community pada 2026, kami berkomitmen memperkokoh kerja sama antarnegara anggota dan seluruh pemangku kepentingan. Tema keketuaan kami: 'Smart Pepper, Strong Future: Strengthening Collaboration for a Sustainable Global Industry' mencerminkan aspirasi bersama menuju sektor lada yang lebih inovatif, tangguh, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan," kata Dina.

"Melalui kolaborasi yang kokoh, pertukaran pengetahuan, inovasi, dan penguatan kapasitas, kami berharap dapat memberikan nilai lebih bagi petani, mendongkrak daya saing, serta menjaga keberlanjutan industri lada global. Momentum International Pepper Day ini mengingatkan kita bahwa lada memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar komoditas dagang," ucap Dina.

Diversifikasi turunan rempah menjadi bahan wewangian dan kosmetik membuka peluang ekonomi baru yang menjanjikan. Kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan perdagangan global masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....