Program PLTS 100 GWp Berpotensi Hemat Anggaran Negara Rp73,9 Triliun
- 03 Sep 2026 22:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah meluncurkan Program PLTS 100 GWp dan BESS untuk mendorong efisiensi serta kemandirian energi nasional.
- Pelaksanaan program energi surya nasional berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp73,9 triliun setiap tahunnya.
- Proyek energi terbarukan ini diproyeksikan mampu menyerap sekitar 5,518 juta tenaga kerja pada sektor konstruksi dan manufaktur.
RRI.CO.ID, Jakarta - Program pembangkit listrik tenaga surya 100 gigawatt peak berpotensi menghemat anggaran negara Rp73,9 triliun per tahun. Langkah strategis tersebut memadukan pemanfaatan energi surya dengan sistem penyimpanan baterai untuk efisiensi sistem kelistrikan.
Pemerintah resmi meluncurkan program energi bersih berskala besar itu pada akhir Agustus 2026 di Jakarta. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) siap mengoptimalkan sumber energi domestik ramah lingkungan tersebut.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan potensi penghematan dari teknologi energi surya. Kementerian ESDM merilis data resmi terkait efisiensi anggaran energi nasional pada Kamis, 3 September 2026.
"Ini mampu menghemat APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) kita dari subsidi solar. Dan rata-rata kita targetkan total listrik yang ada di Indonesia masih ada 12,6 GW yang memakai solar. Dari 12,6 GW itu kita menghasilkan minyak kita, itu kurang lebih equal dengan 230 sampai dengan 250 ribu barel per day. Jadi kalau ini mampu kita lakukan, maka penurunan terhadap impor BBM khususnya dari solar akan turun dan semuanya akan memakai energi nasional," ujar Bahlil.
Bahlil menambahkan bahwa kesiapan industri domestik menjadi kunci utama kemandirian energi nasional masa depan. Program energi terbarukan ini berpotensi menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 140,16 juta ton.
"Terlebih lagi, Indonesia sudah memiliki industri panel surya dan industri baterai penyimpanan listrik/BESS di dalam negeri, sehingga melalui PLTS 100 GWp kita betul-betul akan berdiri di atas kaki kita sendiri," ucap Bahlil.
Pengembangan tahap awal program ini mencakup 14 proyek dengan total kapasitas mencapai 5,3 GWp. Proyek awal tersebut berpotensi menghemat penggunaan bahan bakar minyak sebanyak 319.998 kiloliter per tahun.
Pemanfaatan gas alam juga berkurang sebesar 35,66 ribu MMSCF atau setara dengan 36.980 BBTU. Penghematan biaya listrik untuk APBN pada tahap awal proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp4,6 triliun.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mendukung penuh langkah pemerintah dalam mengoptimalkan potensi energi surya. Proyek nasional energi terbarukan ini diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 5,518 juta lapangan kerja baru.
“Program PLTS 100 GWp merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah untuk mengoptimalkan potensi energi baru terbarukan (EBT), khususnya energi surya yang melimpah di Indonesia. Dengan meningkatkan pemanfaatan energi surya, kita dapat mengurangi ketergantungan pembangkit listrik terhadap bahan bakar fosil sekaligus menciptakan efisiensi biaya energi. Kita beralih dari energi kotor menjadi energi bersih, dari energi impor menjadi energi domestik, serta dari energi mahal menjadi energi yang lebih murah,” ujar Darmawan.
Darmawan menegaskan bahwa transformasi sistem kelistrikan nasional membutuhkan penerapan teknologi penyimpanan baterai yang optimal. Penyerapan tenaga kerja tersebut terbagi atas 3,465 juta di sektor konstruksi serta 2,053 juta manufaktur.
“Pengembangan PLTS merupakan salah satu upaya dalam membangun sistem energi yang lebih mandiri, efisien, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan tidak hanya mendorong transisi menuju energi bersih, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Darmawan.
Pengembangan energi bersih ini juga membuka peluang potensi pasar karbon hingga bernilai Rp6,31 triliun. Teknologi penyimpanan baterai mampu mengintegrasikan energi surya yang bersifat intermiten ke dalam sistem kelistrikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....