Pertamina Lubricants Pasok 1,23 Miliar Liter Pelumas lewat Kilang Nasional
- 13 Agt 2026 03:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Pertamina Lubricants memenuhi kebutuhan pelumas nasional yang mencapai angka 1,23 miliar liter per tahun melalui fasilitas Production Unit Jakarta.
- Production Unit Jakarta mengoperasikan empat fasilitas manufaktur utama untuk mendukung rantai pasok pelumas di wilayah Indonesia bagian barat dan pasar ekspor ke 16 negara.
- PT Pertamina Lubricants mengandalkan pasokan bahan baku mandiri sebesar 60 hingga 70 persen dari Kilang RU II Dumai dan Kilang RU IV Cilacap.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Pertamina Lubricants memenuhi kebutuhan oli nasional yang mencapai angka 1,23 miliar liter per tahun. Fasilitas Production Unit Jakarta menjadi pusat pengolahan pelumas terbesar milik perusahaan untuk pasar domestik.
Pabrik tersebut mengoperasikan empat fasilitas manufaktur utama guna mendukung distribusi produk ke berbagai kawasan. Kapasitas Lube Oil Blending Plant pada lokasi ini mampu menghasilkan 270.000 kiloliter oli setiap tahun.
Unit VM Specialties Plant mencatatkan kemampuan produksi harian hingga mencapai volume 14.000 kiloliter per tahun. Jurnalis nasional memantau langsung seluruh operasional kilang minyak tersebut pada hari Selasa, 12 Agustus 2026.
Fasilitas Grease Plant memproduksi 8.000 metrik ton serta Mini LOBP menghasilkan 3.000 kiloliter oli. Seluruh operasional manufaktur tersebut memasok produk oli untuk wilayah Indonesia bagian barat dan ekspor.
Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants (PTPL) Rika Gresia Wahyudi menjelaskan peran strategis dari fasilitas tersebut. Jaringan distribusi nasional perusahaan kini didukung oleh tujuh Sales Region dan 134 distributor resmi.
"Production Unit Jakarta memiliki peran penting dalam memastikan pemenuhan kebutuhan pelumas masyarakat dan industri. Di saat yang sama, fasilitas ini juga menjadi bagian dari upaya kami memperkuat daya saing produk Pertamina Lubricants di pasar internasional," kata Rika.
Rika menegaskan pentingnya konsistensi proses manufaktur modern demi menjaga kualitas produk pelumas bagi konsumen. Sistem blending otomatis diterapkan untuk menjaga ketepatan formulasi serta meminimalkan risiko kontaminasi secara langsung.
"Karena itu, kami terus mengoptimalkan teknologi dan fasilitas produksi agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan kualitas yang terjaga," ujar Rika.
Ia menambahkan bahwa ketegangan geopolitik global memicu gangguan pasokan bahan baku pada pasar dunia. Pihak perusahaan mengandalkan pasokan kilang domestik guna melindungi operasional dari dampak krisis ekonomi.
"Namun, yang bisa kami sampaikan bahwa Pertamina itu produknya, bahan bakunya itu sebagian besar itu diproduksi di kilang Pertamina sendiri, yaitu di dalam negeri, yaitu oleh Kilang RU II Dumai and juga Kilang RU IV Cilacap. Apakah mempengaruhi? Iya, tetapi kami masih bisa mengamankan pasokan itu," ucap Rika.
Dody menjelaskan peran strategis dari dua unit kilang internal dalam menyuplai bahan baku utama. Kilang Dumai mengirimkan bahan sintetis sementara Kilang Cilacap memasok kebutuhan bahan dasar jenis mineral.
"Base oil hampir kurang lebih 60 persen sampai 70 persen disuplai oleh kilang Pertamina sendiri. Jadi ada dua kilang yang mensuplai base oil ke Production Unit Jakarta, yaitu base oil Group 3 atau yang lebih dikenal dengan synthetic oil. Ini dipakai untuk produk-produk high end kita ya, Fastron, Enduro series, itu kebanyakan menggunakan synthetic oil," kata Dody.
Kapal tanker mengangkut bahan baku cair dari kilang menuju dermaga khusus di seberang pabrik. Petugas laboratorium melakukan pengujian mutu secara ketat sebelum cairan dipindahkan ke dalam tangki penyimpanan.
Pengelola pabrik mengoperasikan 35 unit tangki penyimpanan besar untuk menampung seluruh pasokan minyak cair. Penerapan prinsip keselamatan operasional diterapkan secara konsisten demi menjaga kestabilan kualitas produk manufaktur secara menyeluruh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....