Tokenisasi Aset Buka Akses ke Saham AS, Minat Investor di PINTU Melonjak Tajam
- 29 Jun 2026 16:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PINTU mencatat pertumbuhan transaksi tokenisasi aset sepanjang semester I 2026, menandakan meningkatnya minat investor Indonesia terhadap aset global.
- Jumlah monthly unique trader tokenized stocks naik 40% pada Mei 2026 dibandingkan Januari 2026.
- PINTU menyatakan akan terus menambah pilihan aset tertokenisasi dan memperkuat edukasi untuk memperluas akses investor Indonesia ke pasar investasi global.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset kripto yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mencatat pertumbuhan signifikan pada perdagangan tokenisasi aset sepanjang semester I 2026. Tren ini mencerminkan meningkatnya minat investor kripto di Indonesia untuk melakukan diversifikasi investasi ke aset global.
Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad, mengatakan jumlah monthly unique trader untuk produk tokenized stocks meningkat 40 persen pada Mei 2026 dibandingkan Januari 2026. Angka ini termasuk transaksi saham Amerika Serikat yang tersedia dalam bentuk token di jaringan blockchain.
"Secara spesifik, tokenisasi aset seperti Nasdaq (QQQX) dan S&P 500 (SPYX) mengalami kenaikan transaksi bulanan yang cukup tinggi dari April ke Mei, masing-masing sebesar 64 persen dan 51 persen. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya minat investor global terhadap tokenisasi aset," kata Iskandar dalam keterangannya, Senin, 29 Juni 2026.
Secara global, sektor tokenisasi aset atau Real-World Assets (RWA) juga menunjukkan pertumbuhan pesat. Berdasarkan data RWA.xyz per 25 Juni 2026, kapitalisasi pasar RWA on-chain telah mencapai USD32,23 miliar, melonjak tajam dibandingkan sekitar USD1,8 miliar pada awal 2024.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya adopsi dari institusi keuangan global. Selain itu, minat investor ritel terhadap akses investasi lintas negara tercatat cukup tinggi.
Menurut Iskandar, pertumbuhan transaksi tokenisasi aset di Indonesia didukung sejumlah faktor, di antaranya pajak final sebesar 0,21 persen yang hanya dikenakan saat penjualan aset, fleksibilitas perdagangan selama 24 jam. Selain itu juga kemudahan pembelian menggunakan rupiah tanpa perlu konversi mata uang asing.
Saat ini, PINTU menyediakan 48 tokenisasi aset dari berbagai sektor industri global, termasuk saham perusahaan teknologi. Di antaranya, Apple, Alphabet, Meta Platforms, Tesla, NVIDIA, Microsoft, Amazon, dan JPMorgan Chase & Co.
Selain itu, tersedia pula instrumen investasi lain yang memberikan eksposur pada sektor kecerdasan artifisial (AI), keuangan, consumer goods, kesehatan, energi, aerospace & defense, logam mulia, obligasi pemerintah Amerika Serikat, hingga ETF global.
Iskandar menegaskan bahwa PINTU akan terus memperluas pilihan aset tertokenisasi, sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat. Sehingga, investor Indonesia semakin mudah mengakses peluang investasi global.
"Kami melihat tokenisasi aset bukan sekadar tren, tetapi inovasi yang membuka akses investasi lintas batas yang sebelumnya sulit dijangkau investor ritel. Ke depan, kami akan terus menghadirkan pilihan aset tertokenisasi yang berkualitas disertai edukasi yang komprehensif," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....