Dirut KAI Bobby Rasyidin Melaporkan Penutupan 119 Perlintasan
- 13 Jun 2026 02:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin melaporkan penutupan 119 perlintasan sebidang prioritas kepada Presiden Prabowo Subianto.
- KAI mempercepat penanganan 490 perlintasan liar serta penguatan fasilitas keselamatan di ribuan titik aktif lainnya.
- Perusahaan ini mencatat penurunan angka kecelakaan seiring berjalannya program keselamatan secara terpadu di lapangan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin melaporkan penutupan 119 perlintasan sebidang prioritas. Laporan tersebut disampaikan secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.
KAI terus berupaya mempercepat penutupan target sebanyak 172 perlintasan sebidang prioritas pada tahun ini. Upaya tersebut dibarengi penanganan 490 perlintasan liar dan penguatan fasilitas keselamatan di berbagai lokasi.
“Peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang menjadi salah satu fokus utama KAI. Hingga saat ini, 119 dari 172 perlintasan prioritas telah berhasil ditutup. Upaya tersebut kami lanjutkan melalui penanganan perlintasan liar dan penguatan fasilitas keselamatan di berbagai wilayah,” ujar Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam keterangannya, Jumat, 12 Juni 2026.
KAI mencatat ratusan peristiwa kecelakaan terjadi di perlintasan sebidang hingga tanggal 4 Juni 2026. Berbagai kejadian mematikan tersebut telah mengakibatkan 97 korban jiwa dengan tingkat keparahan yang berbeda.
Sebanyak 43 korban meninggal dunia sementara korban lainnya menderita luka berat dan luka ringan. Sebesar 52 persen kecelakaan terjadi pada perlintasan tidak terjaga akibat kelalaian para pengguna jalan.
Perilaku menerobos saat kereta api melintas menjadi penyebab dominan dengan porsi mencapai 87 persen. Program penutupan prioritas tersebut menyasar sebanyak 1.810 perlintasan tidak terjaga di seluruh wilayah kerja.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan landasan utama dari pelaksanaan program penutupan tersebut. Kajian komprehensif dilakukan dengan mengidentifikasi tingkat risiko serta volume perjalanan kereta api di lapangan.
“Setiap perlintasan yang ditutup telah melalui proses evaluasi dan pertimbangan keselamatan. Fokus utama kami adalah mengurangi titik-titik risiko yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Semakin banyak titik rawan yang dapat ditangani, semakin besar peluang menciptakan perjalanan yang aman bagi masyarakat dan operasional kereta api,” ujar Anne.
Capaian penutupan perlintasan tersebut menunjukkan kekuatan kolaborasi erat antara pihak KAI dengan berbagai pemerintah daerah. Setiap lokasi memiliki karakteristik unik sehingga membutuhkan pendekatan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi setempat.
KAI mencatat sebanyak 1.244 kecelakaan terjadi di perlintasan sebidang sepanjang tahun 2022 hingga 2025. Sebanyak 913 kejadian atau sekitar 73 persen dari total musibah tersebut terjadi tanpa penjagaan.
Dalam periode yang sama tercatat 1.152 korban dengan rincian 437 orang meninggal dunia di lokasi. Kecelakaan tersebut juga mengakibatkan 294 korban mengalami luka berat serta 421 orang luka ringan.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga keselamatan perlintasan. Pihaknya juga giat melakukan berbagai sosialisasi serta pemasangan ribuan spanduk peringatan di wilayah rawan.
“Keselamatan merupakan investasi sosial yang manfaatnya dirasakan oleh banyak orang. Setiap perlintasan berisiko yang berhasil ditangani berarti ada potensi kecelakaan yang dapat dicegah. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi aturan saat melintas di perlintasan sebidang dan menjaga fasilitas keselamatan yang telah dibangun bersama,” ujar Anne.
KAI terus berupaya keras mempercepat penyelesaian penutupan 53 titik perlintasan prioritas yang masih tersisa. Langkah ini demi memastikan tercapainya target penutupan total perlintasan sebidang yang direncanakan tahun ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....