Indonesia Perkuat Ekspor Dekorasi Rumah di Jepang

  • 13 Jun 2026 06:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Keikutsertaan Indonesia bertujuan memperluas peluang ekspor produk dekorasi rumah dan furnitur ramah lingkungan ke Jepang
  • Beragam bahan tersebut diolah menjadi produk dekorasi rumah yang mengikuti tren pasar Jepang terkini
  • Data menunjukkan nilai ekspor furnitur dan produk dekorasi rumah Indonesia ke Jepang mencapai USD 135 juta dolar

RRI.CO.ID, Jakarta: Indonesia kembali berpartisipasi dalam pameran internasional Business to Business Interior Lifestyle Tokyo (ILT) 2026. Pameran tersebut berlangsung di Tokyo Big Sight, Jepang, pada 10-12 Juni 2026.

Keikutsertaan Indonesia bertujuan memperluas peluang ekspor produk dekorasi rumah dan furnitur ramah lingkungan ke Jepang. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar produk interior berkelanjutan yang terus berkembang.

Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Maria Renata Hutagalung menyatakan, Indonesia berada pada posisi strategis. Indonesia dinilai mampu memenuhi kebutuhan pasar Jepang terhadap produk interior dan gaya hidup berkelanjutan berkualitas.

"Produk Indonesia tidak hanya menampilkan kreasi berbasis tradisi yang memiliki nilai budaya tinggi. Produk tersebut juga memanfaatkan bahan alami yang mendukung penerapan konsep ekonomi sirkular dalam produksi," kata Maria dalam siaran pers tertulis diterima, Sabtu, 13 Juni 2026.

Sebanyak sembilan pelaku usaha Indonesia menampilkan berbagai produk unggulan melalui Paviliun Indonesia pada pameran tersebut. Paviliun itu mengusung konsep galeri "Rumah Indonesia" untuk memperkenalkan identitas dan kreativitas produk nasional.

Para peserta dipilih melalui proses seleksi yang dilakukan Kementerian Perdagangan bersama Indonesia Design and Development Center. Seleksi tersebut bertujuan menghadirkan pelaku usaha yang siap bersaing di pasar internasional secara berkelanjutan.

Produk yang dipamerkan menggunakan berbagai bahan alami, seperti kayu jati, rotan, bambu, dan pelepah pisang. Selain itu, pelaku usaha juga memanfaatkan eceng gondok serta material natural lainnya bernilai ekonomi.

Beragam bahan tersebut diolah menjadi produk dekorasi rumah yang mengikuti tren pasar Jepang terkini. Produk yang ditampilkan juga dirancang sesuai preferensi konsumen Jepang yang semakin mengutamakan keberlanjutan lingkungan.

Atase Perdagangan Tokyo, Merry Astrid Indriasari, mengatakan peserta telah mengikuti product pitching sebelum pameran berlangsung. Mereka juga menjalani business matching dengan calon mitra potensial dari Jepang untuk memperluas peluang.

Menurut Merry, langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan peluang tercapainya kesepakatan dagang selama pameran berlangsung. Upaya itu juga diharapkan dapat mempercepat terbentuknya kerja sama bisnis yang saling menguntungkan.

Selain membuka peluang ekspor, pameran ini menjadi sarana menjajaki kolaborasi desain antara kedua negara. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

"Upaya tersebut sejalan dengan tren desain Jepang yang semakin mengedepankan unsur natural dan keberlanjutan. Kerajinan tangan serta material tradisional kini banyak dipadukan dengan pendekatan desain modern yang menarik," ujarnya.

Data menunjukkan nilai ekspor furnitur dan produk dekorasi rumah Indonesia ke Jepang mencapai USD 135 juta dolar. Nilai tersebut menunjukkan besarnya potensi pasar Jepang bagi produk furnitur dan dekorasi Indonesia.

Permintaan terhadap produk berkelanjutan dan ramah lingkungan terus meningkat di pasar Jepang saat ini. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperluas pangsa pasar produk berbahan alami.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....