KA Cikuray Gunakan Kereta Ekonomi Kerakyatan Mulai 10 Juni 2026

  • 05 Jun 2026 00:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi meluncurkan layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan KA Cikuray mulai 10 Juni 2026.
  • KAI melakukan transformasi armada melalui inovasi dari para pekerja di Balai Yasa Manggarai.
  • Perusahaan perkeretaapian milik negara ini juga tengah menyiapkan konsep layanan baru Kereta Petani dan Pedagang.

RRI.CO.ID, Garut - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengoperasikan armada Kereta Ekonomi Kerakyatan mulai 10 Juni 2026. Layanan kereta api tersebut melayani rute perjalanan dari Stasiun Garut menuju Stasiun Pasar Senen pulang pergi.

Volume pengguna kereta api tersebut sempat menyentuh angka tertinggi sebanyak 615.723 pelanggan pada tahun 2025. Vice President Corporate Communication PT KAI Anne Purba menyatakan layanan ini memperkuat mobilitas masyarakat dan menggerakkan perekonomian daerah.

"KA Cikuray selama ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di berbagai daerah yang dilaluinya. Melalui konsep Rel Ekonomi Rakyat, KAI ingin menghadirkan layanan yang mampu mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi yang dijalankan petani, pedagang pasar, pelaku UMKM, pekerja, pelajar, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya," ujar Anne, Kamis, 4 Juni 2026.

Pengembangan armada baru tersebut merupakan hasil kerja keras dan inovasi dari para pekerja Balai Yasa Manggarai. KAI menyesuaikan desain serta karakter layanan agar semakin adaptif terhadap kebutuhan perjalanan seluruh lapisan masyarakat.

Pada tahun 2022 KA Cikuray melayani sebanyak 293.265 pelanggan dan terus meningkat drastis pada masa berikutnya. Jumlah tersebut bertambah menjadi 514.767 pelanggan pada tahun 2023 lalu naik mencapai 591.089 orang pada 2024.

Selama bulan Januari hingga Mei 2026 perusahaan perkeretaapian milik negara ini telah melayani sebanyak 266.993 pelanggan. Sebagai kereta Public Service Obligation (PSO) tarif terjauh relasi Garut menuju Pasar Senen sebesar Rp45.000 saja.

Anne menjelaskan konektivitas yang baik memiliki peranan sangat penting bagi perkembangan ekonomi seluruh wilayah. Ia juga menambahkan kelancaran mobilitas tersebut akan membantu memperluas hubungan ekonomi antardaerah secara optimal.

"Semakin baik konektivitas yang tersedia, semakin besar pula peluang yang dapat dijangkau masyarakat. Mobilitas yang lancar akan mendukung produktivitas usaha, memperkuat perdagangan, serta membuka akses yang lebih luas terhadap pendidikan dan lapangan pekerjaan," ujar Anne.

Selain itu perusahaan tersebut juga tengah menyiapkan konsep pengembangan layanan baru Kereta Petani dan Pedagang. Layanan ini dirancang khusus sebagai solusi mobilitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.

Secara keseluruhan armada KA Cikuray tersebut melayani 12 stasiun pemberhentian penumpang di sepanjang jalur perlintasan. Stasiun tersebut meliputi Garut, Cibatu, Leles, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Cikampek, Karawang, Cikarang, Bekasi, dan Pasar Senen.

Perjalanan kereta api tersebut melintasi daerah dengan potensi ekonomi yang sangat beragam dan saling melengkapi. Kawasan Garut menjadi daerah penghasil komoditas pertanian sedangkan wilayah Jakarta merupakan pusat aktivitas ekonomi nasional.

"Kereta api tumbuh bersama masyarakat yang dilayaninya. Seiring berkembangnya mobilitas dan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah, KAI akan terus menghadirkan layanan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta memberikan manfaat yang semakin luas bagi pertumbuhan daerah dan kesejahteraan masyarakat," kata Executive Vice President Corporate Secretary PT KAI Wisnu Pramudya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....