KAI Ingatkan Waspada di 40 Perlintasan Aktif Kereta Api

  • 25 Mei 2026 01:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan pada 40 perlintasan sebidang aktif.
  • KAI mencatat banyak jalur perlintasan kereta api di berbagai daerah memiliki intensitas kendaraan cukup tinggi.
  • Pembangunan jembatan layang menjadi solusi jangka panjang demi menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan pengendara.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengimbau masyarakat agar mewaspadai 40 perlintasan sebidang aktif. Imbauan ini disampaikan karena mobilitas masyarakat cenderung meningkat sangat pesat saat bepergian pada akhir pekan.

Peringatan ini bertujuan meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus melindungi seluruh pengguna jalan raya. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan kedisiplinan pengendara menjadi faktor utama keselamatan berkendara.

“Kadang perjalanan terasa dekat dan terburu waktu, padahal beberapa detik untuk berhenti dan melihat kondisi jalur bisa menjaga keselamatan banyak orang. Kami mengajak masyarakat tetap disiplin dan lebih hati-hati saat melintas di perlintasan sebidang,” ujar Anne, Minggu, 24 Mei 2026

Wilayah Banten memiliki titik perlintasan aktif pada kawasan Tigaraksa hingga Rangkasbitung sebagai akses permukiman warga. Sementara itu, wilayah Jawa Barat mempunyai perlintasan aktif di daerah Purwakarta serta kawasan pedesaan.

Titik perlintasan aktif di wilayah Cirebon tersebar pada daerah Jatibarang, Kertasemaya, hingga kawasan Pegadenbaru. Beberapa perlintasan lain berada di wilayah Cipunegara, Arjawinangun, serta jalan raya daerah kawasan Bangoduwa.

Sejumlah titik perlintasan kereta di Jawa Tengah berada pada lintas Slawi, Pemalang, Prembun, hingga Grobogan. Kawasan lain berada di wilayah Yogyakarta meliputi daerah Srowot, Brambanan, Randublatung, Pantura, serta Masaran.

Wilayah Sumatra Selatan serta Lampung memiliki perlintasan cukup lebar pada jalur vital distribusi logistik antarkota. Jalan Sukamerindu hingga Tanjung Rambang memiliki lebar 13 meter yang belum dijaga secara penuh.

Perlintasan pada kawasan Air Asam menuju Sukamerindu juga memiliki lebar jalan mencapai sekitar 12 meter. Anne kemudian menambahkan bahwa pertumbuhan kawasan permukiman membuat intensitas kendaraan menjadi semakin tinggi setiap hari.

“Kalau melihat langsung di lapangan, sebagian titik memang berada di jalan yang cukup ramai. Ada yang menjadi jalur kendaraan masyarakat dari pagi sampai malam, ada juga yang berkembang menjadi akses distribusi ekonomi antardaerah,” kata Anne.

“Flyover dan underpass menjadi solusi jangka panjang untuk kawasan dengan mobilitas tinggi. Ketika perpotongan sebidang dapat dikurangi secara bertahap, keselamatan masyarakat dan perjalanan kereta api akan semakin terjaga,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....