Kemenkop Dorong Ekonomi Syariah Jadi Gerakan Kolektif Lintas Sektor

  • 24 Mei 2026 22:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut ekonomi syariah memiliki potensi besar menjadi motor pertumbuhan nasional
  • Kemenkop juga akan mendorong lahirnya koperasi produksi berbasis potensi unggulan daerah

RRI.CO.ID, Jakarta — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Melainkan harus dibangun melalui kolaborasi lintas sektor yang inklusif dan berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Ferry saat membuka agenda Sharia Economic Leaders Forum 2026 di Jakarta, Minggu, 24 Mei 2026. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, regulator, akademisi, pelaku usaha, hingga komunitas ekonomi syariah.

Menurut Ferry, ekonomi syariah memiliki potensi besar menjadi motor pertumbuhan nasional. Hal ini apabila seluruh elemen mampu bergerak dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

“Ekonomi syariah harus menjadi gerakan kolaboratif yang inklusif. Dengan mempertemukan pemerintah, regulator, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat sipil dalam satu gerak langkah,” ujar Ferry kepada wartawan.

Ia menilai, penguatan ekosistem syariah tidak cukup hanya bertumpu pada sektor keuangan. Tetapi juga perlu diperluas ke sektor riil, industri halal, koperasi, hingga digitalisasi usaha masyarakat.

Dalam forum tersebut, Ferry memaparkan sejumlah langkah strategis yang akan dijalankan Kemenkop mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah nasional. Salah satunya melalui penguatan pembiayaan produktif bagi koperasi dan UMKM halal agar memiliki akses usaha yang lebih luas dan kompetitif.

Selain itu, Kemenkop juga akan mendorong lahirnya koperasi produksi berbasis potensi unggulan daerah. Terutama pada sektor industri halal yang dinilai memiliki pasar besar baik domestik maupun global.

“Kami tengah mengembangkan model bisnis koperasi modern yang tidak hanya menjaga kepatuhan syariah. Tetapi juga terintegrasi dengan teknologi digital dan mampu masuk ke jaringan pemasaran global,” katanya.

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan dalam SELF 2026 disebut menjadi sinyal kuat bahwa pengembangan ekonomi syariah kini semakin diarahkan. Yakni sebagai gerakan bersama untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....