KA Pangrango Layani 17.689 Pelanggan selama Periode Libur Panjang

  • 16 Mei 2026 02:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebanyak 17.689 pelanggan memilih KA Pangrango untuk perjalanan selama periode libur panjang.
  • Stasiun Bogor Paledang mencatat lonjakan jumlah penumpang hingga 561 persen pada Triwulan I 2026.
  • Integrasi transportasi publik memperkuat konektivitas masyarakat di lintas Bogor–Sukabumi untuk berbagai tujuan wisata.

RRI.CO.ID, Bogor - Sebanyak 17.689 pelanggan telah memesan tiket Kereta Api Pangrango untuk kebutuhan perjalanan selama masa libur panjang. Data tersebut tercatat pada sistem penjualan tiket perusahaan hingga Rabu, 15 Mei 2026, pukul 10.00 WIB pagi.

Pilihan moda transportasi kereta api menjadi favorit masyarakat karena memberikan kepastian waktu tempuh perjalanan di jalur darat. Kepadatan lalu lintas di rute Bogor–Sukabumi biasanya mengalami peningkatan signifikan saat akhir pekan maupun musim liburan panjang.

KA Pangrango melayani relasi Bogor Paledang–Sukabumi dengan pilihan rangkaian kelas Eksekutif dan kelas Ekonomi bagi seluruh pelanggan. Tarif yang ditawarkan untuk perjalanan antarwilayah ini dimulai dari harga Rp40.000 untuk setiap satu tiket keberangkatan.

Kereta api tersebut melintasi sejumlah wilayah seperti Batutulis, Maseng, Cigombong, Cicurug, Cibadak, dan Cisaat menuju stasiun akhir Sukabumi. Waktu tempuh perjalanan yang dibutuhkan untuk melintasi seluruh stasiun tersebut sekitar 1 jam 40 menit setiap harinya.

Vice President Corporate Communication Kereta Api Indonesia (KAI) Anne Purba menjelaskan mengenai peran penting kereta api dalam mendukung mobilitas masyarakat. Ia menyatakan kereta api telah menjadi sarana penghubung krusial bagi warga di wilayah Bogor hingga Sukabumi.

"KA Pangrango memberikan pilihan perjalanan yang lebih efisien dan terjangkau bagi masyarakat. Saat volume kendaraan meningkat pada long weekend, kereta api menghadirkan kepastian waktu tempuh sehingga masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman," ujar Anne, Jumat, 15 Mei 2025.

Keberadaan jalur kereta ini turut memperluas akses wisatawan menuju berbagai destinasi menarik di sepanjang lintas Bogor–Sukabumi tersebut. Wisatawan kini lebih mudah menjangkau kawasan Lido, Situgunung, hingga kawasan heritage Batutulis dengan menggunakan transportasi berbasis rel.

Konektivitas antarmoda juga semakin diperkuat melalui penyediaan fasilitas skybridge yang menghubungkan Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang. Integrasi dengan transportasi publik lainnya seperti Trans Pakuan dan JR Connexion semakin memudahkan mobilitas masyarakat setiap hari.

Peningkatan volume pelanggan di Stasiun Bogor Paledang mencapai angka 127.510 orang pada periode Triwulan I 2026. Angka tersebut mencatat pertumbuhan sebanyak 410 persen bila dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

Selain itu, volume pelanggan turun tercatat sebanyak 130.515 orang yang menggunakan layanan transportasi kereta api tersebut secara rutin. Jumlah tersebut mengalami lonjakan sebesar 561 persen jika dibandingkan dengan data pada Triwulan I tahun 2025.

Pertumbuhan jumlah pelanggan ini membuktikan bahwa Stasiun Bogor Paledang telah berkembang menjadi simpul mobilitas baru di selatan Jabodetabek. Peran stasiun kini mencakup kebutuhan perjalanan harian maupun kegiatan wisata masyarakat yang membutuhkan transportasi publik yang terintegrasi.

Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menanggapi tren positif mengenai peningkatan minat masyarakat menggunakan transportasi berbasis rel tersebut. Ia menyampaikan pandangannya terkait kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kereta api yang terus dijaga keandalannya secara konsisten.

"KAI melihat pertumbuhan pelanggan di lintas Bogor–Sukabumi sebagai indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik berbasis rel. KA Pangrango terus kami jaga keandalannya agar dapat mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan kawasan secara berkelanjutan," kata Wisnu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....