KAI Catat 180.670 Wisman Gunakan Kereta Jarak Jauh hingga April 2026
- 14 Mei 2026 23:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia mencatat sebanyak 180.670 wisatawan mancanegara telah menggunakan layanan kereta api jarak jauh.
- Jumlah kunjungan pelanggan internasional mencapai angka tertinggi pada April 2026 dengan total sebanyak 51.565 orang penumpang.
- Budaya tertib masyarakat di ruang publik menjadi elemen kunci yang membentuk pengalaman positif bagi para wisatawan asing.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak 180.670 wisatawan mancanegara menggunakan layanan kereta api jarak jauh pada periode Januari-April 2026. Jumlah pelanggan asing tersebut mencapai angka tertinggi pada April 2026 dengan total 51.565 penumpang.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) merilis data perjalanan wisman tersebut di Jakarta pada Kamis, 14 Mei 2026. Stasiun Gambir menjadi lokasi keberangkatan paling favorit bagi puluhan ribu turis asing selama empat bulan pertama itu.
“Wisatawan biasanya mengingat suasana yang mereka rasakan selama berada di sebuah negara. Dari cara masyarakat menunggu kereta api, suasana di stasiun, sampai bagaimana orang saling menghargai di ruang publik. Hal-hal seperti itu yang sering membekas dalam ingatan mereka,” ujar Vice President (VP) Corporate Communication KAI Anne Purba.
Para pelancong dapat melihat langsung kebiasaan masyarakat saat berada di stasiun maupun ketika melewati area perlintasan sebidang. Kedisiplinan pengguna jalan dalam mendahulukan kereta api melintas menjadi pemandangan yang memberikan rasa aman bagi banyak orang.
“Perlintasan sebidang menjadi salah satu ruang yang memperlihatkan bagaimana masyarakat menjaga keselamatan perjalanan bersama. Saat pengguna jalan menunggu dengan tertib dan mendahulukan kereta api melintas, suasana seperti itu juga dapat memberi rasa aman dan nyaman bagi banyak orang,” kata Anne.
Selain Gambir terdapat sembilan stasiun lain di Pulau Jawa yang mencatat volume keberangkatan penumpang internasional cukup tinggi. Kota besar seperti Yogyakarta dan Bandung menjadi destinasi pilihan utama bagi ribuan turis dalam kurun waktu tersebut.
Budaya tertib pada perlintasan sebidang merupakan faktor penting untuk memberikan rasa aman kepada seluruh penumpang kereta api. Kesan positif dari pengalaman sederhana tersebut kemudian menjadi cerita yang dibawa pulang oleh wisatawan menuju negara asal.
Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menambahkan bahwa kepercayaan internasional tumbuh melalui pengalaman yang baik. Cerita positif mengenai ketertiban masyarakat di Indonesia akan menyebar luas saat para pelancong kembali ke negara masing-masing.
“Ketika wisatawan merasa nyaman selama perjalanan dan melihat suasana masyarakat yang tertib, kesan positif itu biasanya akan mereka ceritakan kepada orang lain. Dari sana kepercayaan tumbuh dan pengalaman baik tentang Indonesia ikut menyebar,” ucap Wisnu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....