Evaluasi Kredit Sektor Ekstraktif Dinilai Penting bagi Tata Kelola Perbankan
- 02 Mei 2026 10:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Evaluasi terhadap penyaluran kredit ke sektor ekstraktif dinilai penting untuk memperkuat tata kelola perbankan nasional. Langkah ini juga dianggap perlu guna memastikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
Sorotan tersebut mengemuka seiring masih derasnya aliran pembiayaan ke sektor berisiko tinggi seperti pertambangan, perkebunan, serta industri berbasis sumber daya alam. Kondisi ini memunculkan dorongan agar perbankan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan portofolio kredit.
Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch, Iskandar Sitorus, menilai publik selama ini belum mendapatkan gambaran utuh terkait penggunaan dana yang tersimpan di perbankan. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui bagaimana dana tersebut disalurkan dalam bentuk pembiayaan.
“Rakyat menabung untuk keamanan masa depan. Bukan untuk membiayai kerusakan alam yang pada akhirnya berdampak kembali kepada masyarakat,” ujarnya dalam keterangan, Sabtu, 2 Mei 2026.
Ia menjelaskan, secara teknis lembaga negara memiliki kemampuan untuk menelusuri aliran dana dari simpanan masyarakat hingga ke sektor pembiayaan. Namun, hal tersebut dinilai belum dilakukan secara optimal dalam kerangka pengawasan yang komprehensif.
Selain itu, berbagai laporan lembaga riset menunjukkan besarnya pembiayaan yang mengalir ke sektor sumber daya alam dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dinilai perlu diimbangi dengan audit tematik untuk memastikan dampak sosial dan lingkungan dapat dikendalikan.
Penguatan evaluasi juga dianggap penting dalam mendorong implementasi prinsip keuangan berkelanjutan. Selama ini, sejumlah regulasi telah diterbitkan, namun implementasinya dinilai masih perlu ditingkatkan agar tidak sekadar bersifat administratif.
Di sisi lain, pembiayaan ke sektor sumber daya alam tidak sepenuhnya dipandang negatif karena tetap berperan dalam mendukung perekonomian nasional. Namun, pengelolaan risiko yang lebih ketat dinilai menjadi kunci agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.
Karena itu, audit menyeluruh terhadap portofolio kredit, khususnya pada sektor berisiko tinggi, dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan publik. Transparansi dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan sistem perbankan yang sehat dan berkelanjutan.
"Dengan langkah tersebut, diharapkan tata kelola perbankan nasional semakin kuat dan mampu menjawab tantangan pembangunan yang berkelanjutan. Selain itu, keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan perlindungan lingkungan dapat lebih terjaga di masa mendatang," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....