Angkutan Barang KAI Tembus 14,9 Juta Ton Triwulan I 2026
- 28 Apr 2026 01:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia (KAI) berhasil mengangkut muatan barang sebesar 14.948.442 ton sepanjang periode Triwulan I 2026.
- Angkutan barang kereta api menunjukkan pertumbuhan pesat mencapai 74,2 persen dalam periode waktu sepuluh tahun terakhir ini.
- Penguatan infrastruktur transportasi rel menjadi kunci strategis guna menurunkan biaya logistik nasional untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengangkut 14.948.442 ton barang guna mendukung kelancaran distribusi logistik secara nasional. Peningkatan volume tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengiriman berbagai komoditas agar menjadi lebih efisien serta terjangkau.
Angkutan barang pada moda kereta api mengalami pertumbuhan sangat pesat sebesar 74,2 persen dalam rentang sepuluh tahun terakhir. Jumlah muatan tercatat meningkat signifikan dari 40.060.714 ton tahun 2017 menjadi 69.791.691 ton pada penghujung tahun 2025 lalu.
“Pertumbuhan angkutan barang yang konsisten menunjukkan adanya kebutuhan distribusi dalam skala besar dengan kepastian waktu. Hal ini menjadi dasar penting untuk mendorong pengembangan infrastruktur perkeretaapian yang lebih luas dan terintegrasi,” ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication PT KAI, Senin, 27 April 2026.
Anne juga menjelaskan capaian ketepatan waktu operasional armada sebagai bentuk laporan performa perusahaan. Keberangkatan angkutan barang mencatatkan angka 95,97 persen dengan ketepatan waktu kedatangan kereta menyentuh 91,77 persen.
KAi juga mengevaluasi pergerakan distribusi di Sumatra bagian selatan yang mengangkut komoditas batu bara dalam jumlah besar. Satu rangkaian kereta api tersebut memindahkan muatan 3.000 ton yang setara dengan kapasitas pengangkutan 120 unit armada truk.
Manajemen meningkatkan kapasitas muat gerbong dari 50 ton mencapai 70 ton guna mendukung efisiensi pengiriman barang tingkat nasional. Satu rangkaian kereta memindahkan 4.200 ton muatan guna mempermudah sistem distribusi barang kebutuhan masyarakat agar menjadi lebih efektif.
“Pengembangan jaringan dan peningkatan kapasitas angkutan berbasis rel akan membuka peluang distribusi yang lebih merata. Hal ini akan mendukung kelancaran pasokan dan berkontribusi pada stabilitas harga di masyarakat,” kata Anne.
Angka biaya logistik nasional saat ini masih sangat tinggi yaitu berkisar 15 persen hingga lebih dari 20 persen. Hal tersebut terpaut cukup jauh jika dibandingkan dengan standar global yang berada pada angka tujuh sampai delapan persen saja.
Wilayah Pulau Jawa tercatat menguasai sekitar 60 persen aktivitas logistik nasional dengan estimasi nilai pengeluaran yang sangat besar. Perkiraan total biaya logistik tahunan pada wilayah ini tercatat sudah menyentuh angka sekitar Rp2.400-Rp2.500 triliun.
“Arah ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas distribusi, menekan biaya logistik, serta mendukung daya saing ekonomi Indonesia,” kata Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary PT KAI.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....