KAI Siapkan B50 Per Juli 2026 untuk Menjamin Layanan serta Keamanan

  • 23 Apr 2026 23:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT KAI menyiapkan penerapan wajib biodiesel B50 pada seluruh layanan kereta api mulai 1 Juli 2026 guna mendukung kedaulatan energi.
  • Rangkaian pengujian teknis pada lokomotif dan kereta pembangkit dilakukan di Depo Sidotopo serta Depo Yogyakarta untuk menjaga aspek keselamatan.
  • Penggunaan moda transportasi kereta api terbukti mampu mengurangi emisi karbon dioksida hingga 90 persen dibandingkan dengan pemakaian kendaraan pribadi.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan penerapan mandatori biodiesel B50 secara serentak mulai 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut dijalankan guna menjaga keberlanjutan layanan serta keselamatan transportasi berbasis kedaulatan energi nasional masa depan.

KAI berkomitmen mengurangi tingkat emisi karbon dioksida secara nasional melalui optimalisasi sarana lokomotif selama menempuh perjalanan operasional harian. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan bahwa penerapan biodiesel tersebut merupakan bagian konsisten dari agenda kelestarian.

“KAI terus melanjutkan penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan melalui biodiesel. Dalam setiap tahapannya, keselamatan perjalanan dan kualitas layanan kepada pelanggan tetap menjadi prioritas utama,” ujar Anne dalam keterangannya, Kamis, 23 April 2026.

KAI merilis data yang mencatat total 14.515.350 pelanggan sudah dilayani perusahaan sepanjang Triwulan I 2026. Pencapaian jumlah volume pengguna layanan jarak jauh tersebut tetap stabil serta beriringan terhadap pengelolaan buangan gas emisi karbon.

Sebelumnya tercatat jumlah pelanggan jasa kereta api pada tahun 2025 sudah menyentuh sekitar 47,4 juta orang secara nasional. Potensi kontribusi menjaga keasrian alam dapat menghemat gas emisi hingga sekitar 610 ribu ton emisi karbon dioksida.

Pihak KAI berkolaborasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Prosedur uji tersebut sudah dilaksanakan di lingkungan Depo Sidotopo dengan melihat komposisi pencampuran bahan bakar mulai pertengahan April.

Para petugas teknik menguji performa pembangkit pada kereta di Depo Yogyakarta dengan menggunakan campuran beban listrik berkapasitas sangat tinggi. Uji coba berkelanjutan ini sangat krusial guna menjamin keandalan fungsi mesin utama saat kereta melayani perjalanan jarak menengah.

“KAI memastikan proses percepatan implementasi ini berjalan selaras dengan kesiapan di lapangan. Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan pengujian yang dilakukan secara bertahap, kami berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang aman, andal, dan berkelanjutan,” kata Corporate Secretary PT KAI Wisnu Pramudyo.

Satu penumpang kereta api dilaporkan hanya menghasilkan emisi sekitar 2,7 kilogram karbon dioksida selama menempuh perjalanan jarak jauh. Rata-rata tingkat polutan gas karbon setiap perjalanan kereta diketahui 90 persen lebih sedikit jika dibandingkan kendaraan bermotor lainnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....