DPR Tegaskan Penting Pengawasan Ketat Penyaluran BBM Subsidi
- 19 Apr 2026 10:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto menegaskan, pentingnya pengawasan ketat distribusi penyaluran BBM subsidi
- Pengawasan subsidi harus diperketat, distribusi dijaga
- Hal ini penting untuk memastikan, kebijakan energi tidak menimbulkan efek domino terhadap inflasi dan kesejahteraan masyarakat
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto menegaskan, pentingnya pengawasan ketat distribusi penyaluran BBM subsidi. Di tengah kenaikan BBM nonsubsidi ini, energi bersubsidi harus tepat diperuntukan kepada masyarakat menengah ke bawah.
"Pengawasan subsidi harus diperketat, distribusi dijaga. Serta stabilisasi harga pangan dan kontrol tarif logistik harus menjadi prioritas," kata politikus Golkar ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu, 19 April 2026.
Ke depannya, ia menggaransi, Komisi VI DPR terus memantau implementasi kebijakan kenaikan harga BBM nonsubsidi ini. Sekaligus, mendorong evaluasi berkala sebagai bagian dari fungsi pengawasan.
"Hal ini penting untuk memastikan, kebijakan energi tidak menimbulkan efek domino terhadap inflasi dan kesejahteraan masyarakat. Tidak adanya kenaikan BBM subsidi harus menjadi faktor penahan agar harga bahan pokok tetap stabil," ucap Firnando.
PT Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi mulai Sabtu, 18 April 2026. Kenaikan ini dilakukan setelah sebelumnya harga ditahan di tengah gejolak geopolitik global.
Melansir situs resmi Pertamina, penyesuaian harga terjadi pada sejumlah jenis BBM nonsubsidi di berbagai wilayah. Kenaikan ini mengikuti dinamika pasar energi dunia yang dipengaruhi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Kenaikan signifikan terjadi pada Pertamax Turbo yang kini dibanderol Rp19.400 per liter di wilayah Jabodetabek. Selain itu, Pertamax Green juga naik menjadi Rp12.900 per liter dari harga sebelumnya.
Untuk jenis solar nonsubsidi, harga Dexlite naik menjadi Rp23.600 per liter dari sebelumnya Rp14.200 per liter. Sementara Pertamina Dex juga meningkat menjadi Rp23.900 per liter dari harga sebelumnya Rp14.500 per liter.
Namun demikian, Pertamina tetap menahan harga Pertamax pada level Rp12.300 per liter di wilayah Jabodetabek. Harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar juga tidak mengalami perubahan hingga saat ini.
Berikut rincian harga BBM Pertamina di wilayah Jabodetabek:
• Pertamax: Rp12.300/liter
• Pertamax Turbo: Rp19.400/liter
• Pertamax Green: Rp12.900/liter
• Dexlite: Rp23.600/liter
• Pertamina Dex: Rp23.900/liter
• Pertalite: Rp10.000/liter
• Biosolar: Rp6.800/liter.
Di wilayah Riau dan Kepulauan Riau, harga Pertamax mencapai Rp12.900 per liter. Pertamax Turbo dipatok Rp20.250 per liter dengan Dexlite Rp24.650 per liter.
Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat, harga Pertamax berada di level Rp12.300 per liter. Pertamax Turbo dipatok Rp19.400 per liter, dengan Dexlite Rp23.600 per liter.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....